BLT-DD Desa Jimbaran Kulon Diduga Penyalurannya Tidak Sesuai PMK dan Diselewengkan

Perangkat desa Jimbaran Kulon, saat menyerahkan bansos BLT -DD di rumah salah satu  rumah KPM.

Sidoarjo, PONTAS.ID – Dalam rangka membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19 terhadap sendi-sendi ekonomi dan kesehatan warga masyarakat. Pemerintah pusat melalui Kementerian Desa (Kemendes) telah mengalokasikan sebagian Dana Desa (DD) untuk program  Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

Penyaluran BLT-DD dilaksanakan sesuai ketentuan Pasal 32A ayat (5) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156/ 2020. Besaran BLT diberikan perKeluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan. Gelombang pertama yaitu bulan April, Mei dan Juni, Untuk gelombang kedua dan ketiga tiap KPM menerima Rp 300 ribu perbulan selama 6 bulan, terhitung pada bulan Juli, Agustus, September, Oktober, Nopember dan Desember.

Namun ironisnya,  penyaluran program bansos dana desa tahun 2020 di Desa Jimbaran Kulon Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo Jawa Timur diduga telah diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Pasalnya pelaksanaan penyaluran bansos yang diharapkan warga masyarakat ini tidak dilaksanakan sesuai PMK Nomor 156/2020.

Menurut informasi yang digali pontas.id dilapangan, bahwa penyaluran BLT  gelombang pertama di desanya dilakukan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) dengan mendatangi satu persatu rumah KPM. Selain menempel stiker keluarga miskin di rumah KPM, pihak Pemdes juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai senilai.

” Uang BLT yang pertama kali saya terima bukan Rp 600 ribu mas, tapi Rp 300 ribu, yang pada waktu itu diserahkan oleh bapak-bapak perangkat desa di rumah saya ini. Katanya sih sisanya yang Rp 300 ribu di pindahkan ke orang lain,” kata
Riyadi, Salah satu KPM bansos BLT–DD Desa Jimbaran Kulon kepada pontas.id, Sabtu  (24/4/2021).

Ia mengatakan, uang BLT sebesar Rp 600 ribu yang diterima pada penyaluran gelombang kedua yang diambilnya di balai desa setempat. Sedangkan untuk penyaluran gelombang ketiga, uang yang ia terima sebesar Rp 900 ribu yang juga diambilnya di balai desa sekitar Bulan Nopember tahun 2020 lalu.

“Total uang BLT-DD yang saya terima sebesar Rp 1,8 juta,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Wardi, yang juga salah satu KPM bansos BLT-DD Desa Jimbaran Kulon menuturkan hal yang sama, untuk keseluruhan uang bansos BLT yang diterima ditahun 2020 sebesar Rp 1,8 juta. Yang pertama diterima dirumahnya sebesar Rp 300 ribu, sedangkan untuk gelombang kedua Rp 600 ribu dan gelombang ketiga Rp 900 ribu diambilnya di balai desa setempat.

“Seingat saya, pengambilan uang BLT  yang Rp 900 ribu itu bulan Nopember, kalau totalnya semua ya Rp 1,8 juta,” ujar Wardi kepada pontas.id sembari menunjukan stiker tanda keluarga miskin yang belum di tempel di tembok rumahnya.

Berbeda lagi dengan pengakuan Mat Sodik, warga Jimbaran Kulon, mengaku bahwa selama ini tidak pernah menerima bansos BLT – DD, padahal namanya masuk dalam daftar penerima BLT-DD di Kemensos. Menurutnya, tidak menerimanya bansos BLT tersebut karena selama ini telah dianggap pihak Pemdes sudah mendapat bantuan dari bansos lain.

“Aneh mas, wong saya itu baru terima bansos beras sekitar enam bulan ini, sebelumnya saya belum pernah menerima bansos lainya,”  kata Mat Sodik, saat ditemui di pangkalan ojek simpang perumtas, Sidoarjo.

Sementara itu, sampai saat ini pihak Pemdes Jimbaran belum bisa ditemui oleh tim pontas.id dan terkesan menghindar.

Untuk diketahui, pada tahun anggaran 2020, anggaran DD  Pemdes Jimbaran Kulon realisasi sebesar Rp 551.500.000. Dana tersebut  difokuskan  untuk kegiatan penanggulangan Covid 19.  Salah satunya, pelaksanaan kegiatan bansos BLT-DD sebesar Rp 186.300,000 untuk disalurkan  kepada 52 KPM.

 

Penulis : Jumain Agus, S
Editor    : Fauzi/Agus DC.

Previous articleKolaborasi Dengan FKPPI, GRIB Bagikan 500 Takjil di Tanjung Priok
Next articlePenuh Nilai Kebaikan dan Keteladanan, Gus Jazil Ajak Lestarikan Budaya Pewayangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here