Warga Kecewa, DLH Indramayu Lambat Tangani Kasus Ceceran Limbah Minyak

Indramayu, PONTAS.ID – Pertamina EP menggelar acara ‘Edukasi Tanggung Jawab’ atas kejadian ceceran limbah minyak di Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi, Indramayu, Jawa Barat, yang terjadi 13 Januari 2020 lalu.

Adapun, pihak-pihak yang diundang, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Indramayu, Pertamina RU VI Balongan, Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), serta masyarakat Lamaran Tarung yang terkena dampak dari limbah minyak

“Rencananya kami memenuhi undangan ke sini mengikuti rapat agar bisa mengetahui kepastian tentang kompensasi dari pihak pertamina, baik Pertamina UP VI, EP, maupun ONWJ,” ujar H. Juhaedi, di Ruangan Rapat Hotel Wiwi Perkasa, Indramayu, Selasa (20/4/2021).

Sementara itu, Suhartati, dari Dinas Lingkungan Hidup, mengakui bahwa pihaknya memang belum memberikan penjelasan terkait pihak mana yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Kami selama (1,5 tahun) ini belum memberikan penjelasan dan hasil yang mana menunjukan pihak mana yang bertanggung jawab. Untuk lebih jelasnya, limbah perlu dilakukan uji laboratorium agar diketahui limbah siapa yang tercecer di empang dan sawah masyarakat supaya bisa memberikan kesimpulan dari pencemaran tersebut,” ungkap Suhartati.

“(DLH) juga memang sudah mengambil sampel limbah tersebut berhubung terkendala laboratorium. Yang mana diketahui, di Indramayu laboratorium Pemda dan individu tidak memadai untuk tes tersebut. Jadi, kami belum bisa memberikan penjelasan limbahnya siapa,” lanjut Suhartati

Lebih lanjut, Camat Cantigi, Nurdin, juga mendesak kejelasan sumber limbah yang muncul dalam insiden tersebut.

“Harus ada kejelasan sumber limbah itu muncul. Karena menurut kami waktunya sudah cukup terrlalu lama. Jadi kami harap, hari ini bisa memeberikan keputusan yang memuaskan,” tegas Nurdin.

Kemudian, Syafei, dari SKK Migas, mengungkapkan, pihaknya juga belum bisa mengambil keputusan terkait limbah itu sendiri. Menurutnya, prosedur kompensasi tersebut belum bisa diberikan selagi hasil tes limbah itu belum keluar.

“Sebab, bisa kemungkinan (limbah) itu dari tumpahan kapal juga perahu-perahu nelayan yang lewat. Karena sampai sekarang, titik pengeboran tidak mengalami kebocoran,” imbuh Syafei.

Hingga penghujung acara, audiensi warga dan pihak terkait pun tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Masyarakat Lamaran Tarung pun mengaku kecewa kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Indramayu karena lambatnya penanganan kasus tersebut.

Penulis: Cartono

Editor: Riana

Previous articleMoU Kelanjutan Vaksin Nusantara, DPR Beri Apresiasi Tinggi
Next articlePandemi, Komunitas Tionghoa Kendal Salurkan 2 Hal Ini