Permak Payudara Ilegal, Polres Jakbar Ringkus 2 Tersangka

Jakarta, PONTAS.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Barat meringkus seorang wanita SR dan satu pria (ML). Keduanya, disangkakan melakukan praktik suntik filler (untuk memperbesar ukuran) payudara.

Pengungkapan kasus ini disampaikan Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo didampingi Kasatreskrim Polres Metro jakarta Barat, AKBP Teuku Arsya Khadafi, dalam jumpa pers, di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (6/4/2021).

“ML terduga penjual cairan filler diciduk tanggal 29 Maret 2021, atas bantuan Polsek Sagulung Batam, Kepulauan Riau. Sebelumnya, SR terduga pelaku suntik filler ditangkap tanggal 23 Maret 2021 dari rumahnya di Pondok Pucung, Tangerang Selatan, Banten,” ungkap Ady.

Kronologisnya, tersangka SR, kata Kapolres pernah mengikuti kursus pemasangan filler payudara dan bokong oleh dokter LC. “Kursus diadakan hanya satu hari di hotel Taman Sari, Jakarta Barat dan mendapatkan sertifikat. Saat ini, dokter LC masih kita buru,” paparnya.

Tersangka SR yang berlatar belakang pendidikan Sarjana Pertanian dan tidak memiliki ijin praktek kedokteran serta tidak ahli melakukan praktik suntik filler ini kemudian membeli cairan filler payudara tanpa merek melalui online dari ML di Batam, seharga Rp.3,5 juta per Liter.

Selanjutnya, melalui akun Instagram ‘Beauty Sexi Store’ tersangka kemudian memasang iklan dan menawarkan cairan filler sebanyak setengah liter dengan harga Rp.5 juta dan Rp.3 juta ukuran seperempat liter.

“Cairan filler payudara tanpa ijin BPOM berhasil kita sita 298 botol sebanyak 298 Liter. Apabila dikonversikan dapat menyelamatkan kurang lebih 1.000 wanita,” paparnya.

Melalui Media Sosial
Dalam kesempatan itu, dokter Dollar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Barat kembali mengimbau masyarakat tidak mempercayai alat-alat kesehatan atau kimia serta praktek-praktek kecantikan dari media sosial.

“Karena kebanyakan palsu dan tidak terdaftar. Peraturan dokter itu banyak sekali, mulai dari Undang-undang hingga Peraturan Kemenkes, “Untuk pindah alamat domisili praktik dokter saja harus mendapatkan ijin,” katanya.

Menurut Dollar, filler bahan pengisi pada bagian lunak, disuntikkan di bawah permukaan kulit untuk pemadatan dan penambahan volume.

“Filler untuk memperbesar payudara yang bagus itu dilakukan oleh dokter spesialis dengan transpalasi lemak si pasien dipindahkan ke payudara. Dan itu masanya cuma enam bulan saja,” tutupnya.

Kasus ini bermula ketika, dua wanita muda korban (CT) dan (WT) menghubungi tersangka (SR) untuk pelaksanaan filler payudara pada Senin (9/11/2020) di salah satu hotel di daerah Taman Sari, Jakarta Barat.

Setelah dilakukan tindakan korban mengalami demam, pembengkakan dan cairan nanah keluar dari lobang bekas suntikan di payudara korban.

Para tersangka, dijerat Pasal 77 UURI No.29. Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran dan atau pasal 197 dan atau 198 UURI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau pasal 62 ayat (1) Jo pasal 8 ayat (1) UURI No.8 tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen dan atau Pasal 378 KUHP.

Penulis: Yoga Pangestu /Deddy Muttaqin
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here