Jakarta, PONTAS.ID – Revitalisasi Kampung Religi di Jln. Kembang V, Kwitang, Senen, akan segera dimulai. Lokasi eks kebakaran ini akan ditata kembali dengan pendekatan kolaboratif antara Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat dengan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta serta melibatkan pemangku kepentingan lain seperti, PT Intiland dan AETRA. Pendekatan pembangunan berbasis komunitas juga menjadi hal lain yang dikedepankan.
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma hadir langsung menemui warga korban terdampak. “Hari ini langsung kita tentukan di lapangan, bagaimana desainnya. Pemilik rumah satu persatu langsung saja berdiskusi dengan konsultan yang sudah ditunjuk oleh BAZNAS BAZIS Provinsi DKI Jakarta,” ujar Walikota Jakarta Pusat, Dhany Sukma setelah menyusun rencana dan pembahasan melalui rapat, dengan survei lapangan di lokasi, Sabtu (27/3/2021).
Ia menjelaskan, tujuan dari pengumpulan suara adalah untuk review zoom atau melihat hal lebih rinci Dari Rencana Pembangunan. Warga harus bersepakat mengenai titik-titik pembangunan setiap rumah, termasuk menentukan ruang publik bersama yang terbentuk dari kesediaan warga memundurkan batas ruang.
Dalam acara ini, Dhany juga memperkenalkan jajaran dari Sudin-sudin teknis kepada warga. “Kalau sudah kenal, sekarang warga bisa menyampaikan aspirasi dan perubahan yang terkait penataan kawasan ini. Kalau soal jalan ke Sudin Bina Marga, saluran ke SDA dan masih banyak lagi,” ungkap Dhany.
Lebih lanjut, Dhany juga tidak menginginkan hanya secara fisik tetapi juga aspek sosial. “Pasca-kebakaran ini kita harap warga bisa membangun lingkungannya berbasis komunitas. Bersama-sama bangun Partisipasi yang tinggi, saling memberi tanpa pamrih, rasa saling percaya serta tindakan-tindakan kolektif dalam menghadapi masalah. Semoga itu menjadi simpul-simpul terbentuknya modal sosial di masyarakat,” kata dia.
Ia meyakini, prasangka sudah terbentuk modal sosial maka masyarakat akan menjadi co – pencipta yang baik dan pemerintah sebagai kolaborator.
Di tengah diskusi yang sifatnya teknis antara konsultan dari BAZNAS BAZIS dan Intiland tersebut, muncul pula gagasan mengenai pemasangan sprinkler kebakaran.
General Manager Intiland, Anto Sudaryanto mengatakan, sepertinya perlu dilakukan kajian sederhana, apakah bisa menggunakan sprinkler. Ini akan jadi percontohan di mana ada permukiman hunian tapak yang menggunakan sprinkler sebagai mitigasi bencana kebakaran.
“Dengan dukungan dari banyak pihak, revitalisasi ini diharapkan tidak hanya membangun kembali rumah warga tetapi juga menjadi kawasan yang menjadi lebih baik,” ujar Anto.
Sementara konsultan yang ditunjuk BAZNAS BAZIS Provinsi DKI Jakarta, Masyumi Kurniawan mengungkapkan, ia tidak menyebut ini sebagai proyek, tetapi merupakan pekerjaan sosial bersama. “Berkat kesediaan warga atas pengurangan sedikit luas lahannya, itu akan tersedia ruang bersama yang layak. Bisa jadi setelah ini akan banyak daerah lain yang datang untuk belajar dari sini,” tandasnya.
Penulis: Zulfatun /Tajuli
Editor: Ahmad Rahmansyah



























