Aliran sungai Kedungbocah meluap, Jembatan Kwaden Ambruk

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Nganjuk, Gunawan widagdo saat ditemui Pontas.id di lokasi kejadian, Sabtu (13/3/2021).

Nganjuk, Pontas.ID – Hujan lebat selama tiga jam membuat jembatan Kweden di Desa Kweden Kecamatan Ngetos, ambruk, Jumat (12/3/2021) sekitar pukul 22.30 WIB. Ambruknya jembatan itu membuat warga di 3 Dusun terpaksa menggunakan jalur alternatif via Desa Kuncir Kecamatan Ngetos dan Desa Kebonagung Kecamatan Sawahan yang jarak sekitar lima kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Nganjuk, Gunawan widagdo, mengatakan, jembatan Kweden merupakan penghubung Dusun Jawuh, Dusun Tapan, Dusun Pandansili (Desa Kweden) Kecamatan Ngetos. Selama ini, jembatan Kweden menjadi akses utama bagi sekitar 700 jiwa warga Dusun Jawuh, Dusun Tapan, Dusun Pandansili (Desa Kweden). Jembatan itu berukuran panjang sekitar 30 meter, lebar 4,5 meter.

“Karena jembatannya ambruk, masyarakat jadi memutar jalan hingga lima kilometer,” katanya kepada Pontas.id dilokasi ambruknya jembatan Kweden, Sabtu (13/3/2021).

Menurut Gunawan widagdo,, ambruknya jembatan Kweden bermula dari hujan dengan intensitas lebat pada Jumat (12/3/2021). Tingginya intensitas hujan itu membuat aliran sungai Kedungbocah meluap dan menggerus jembatan hingga ambruk.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ujarnya.

Saat ini, Ditambahkannya Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk sudah berkoordinasi dengan balai besar dan Bina marga Provinsi Jatim untuk segera merealisasi jembatan bele sebagai pengganti jembatan Desa Kweden Kecamatan Ngetos agar masyarakat segera beraktifitas seperti sediakala.

“Kami telah berkoordinasi dengan Balai Besar dan Binamarga Provinsi untuk dibuatkan jembatan bele. Karena ini darurat kami juga berkoordinasi dengan BPBD untuk diajukan RR ke BNBB Pusat,” pungkasnya.

Di sisi lain, Plt. Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Nafhan Tohawi menyampaikan setelah mendapatakan informasi ini dirinya melakukan koordinasi dengan tim teknis untuk menyampaikan kepada Bupati beberapa alternatif yang ditempuh.

“Yang pada prinsipnya jembatan ini secepatnya bisa berfungsi lagi untuk masyarakat, dengan dibangun jembatan darurat dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kweden, Ikhsanudin berharap agar dibangun jembatan sementara. setidaknya mobilitas warga bisa kembali berjalan normal. Sehingga, bisa membantu percepatan pemulihan ekonomi warga di kedua wilayah yang saat ini masih dalam bayang-bayang pandemi Covid-19.

“Meski bersifat sementara, mudah-mudahan nanti jembatan bisa mempermudah akses dan aktivitas warga. Kami ingatkan, agar jembatan ini bisa dirawat dan dijaga,” harapnya.

 

Penulis : Satrio CK / Dhanny.
Editor   : Agus Dwi Cahyono.

Previous articleJelang MTQ Kota Tanjungbalai ke-53, Walikota Kukuhkan Dewan Hakim
Next articleNegara Membutuhkan Penguatan Semangat Keagamaan