
Nganjuk, PONTAS.ID – Untuk menjaga ketertiban, keamanan masyarakat. Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nganjuk disiagakan di kawasan bencana alam di Nganjuk.
Hal ini dilakukan karena peranan Satpol PP sangat penting dalam ciptakan dan memelihara ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) di area bencana.
Kepala Satpol PP Nganjuk Drs Abdul Wachid, M.M menjelaskan bahwa sejak terjadi tanah longsor hingga hari ini pihaknya telah melakukan pengamanan kegiatan penanganan bencana secara full time 24 jam.
Ini dilakukan untuk menjamin kelancaran segala aktifitas. Mulai dari mengatur jalannya lalu lintas hingga pendistribusian bahan makanan dan juga hal hal lain yang diperlukan.
“Ada 25 personil anggota satpol PP yang secara resmi bertugas di lokasi, itupun kadang masih ditambah personil lain yang menyusul secara bergantian. Keamanan dan kelancaran semua giat penanganan bencana ini menjadi perhatian utama kam,” katanya saat ditemui Pontas.ID di salah satu dapur umum di lokasi posko penanganan korban bencana longsor, Nganjuk.
Kegiatan pengamanan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penjarahan atau modus-modus yang mengancam keamanan warga dan menjaga bantuan yang ada baik berupa makanan, barang atau yang lainnya. Saat ditanya sampai kapan pihaknya akan ada di lokasi pos penanganan bencana, ia juga belum bisa memastikan.
“Kami belum tau sampai kapan ini akan berakhir. Yang jelas kami akan secara total memberikan yang terbaik sesuai kapasitas kami. Kami berharap agar beberapa daerah lain di Kabupaten Nganjuk yang rawan terjadi bencana supaya tetap menjalin komunikasi dan sekaligus memperhatikan secara serius setiap himbauan dari petugas yang berwenang. Sehingga jika terjadi bencana bisa diminimalkan adanya korban jiwa,” pungkas mantan Kabag Humas Pemkab Nganjuk ini.
Bencana tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Selopuro, Ngetos ditambah banjir yang merendam sebagian wilayah di kota Nganjuk. Menyisakan banyak kepedihan dan perlu adanya penanganan yang serius.l serta bantuan bahan-bahan pokok sehari-hari.
Berbagai bantuan pun mengalir baik dari dalam maupun luar kota Nganjuk. Seperti halnya bantuan dari Ketua NU Care Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Loceret Nganjuk, Achmad Kholil. Bantuan yang diberikan berupa sembako, Uang santunan senilai Rp 100 ribu dan diberikan kepada 170 orang. Serta memberikan pompa air di Pondok Azaid Bonggah Ploso, Nganjuk
“Kami sangat peduli atas bencana dan ingin berbagi rasa. Dengan dibantu komunitas dan para Majelis Wakil Cabang Ponpes Mojosari, Gus Halim, memberikan bantuan baik santunan maupun sembako. Selain kita juga memberikan bantuan pompa air di lima titik pondok,” Katanya kepada Pontas.id di sela-sela acara pengajian di posko bencana.
Menurutnya, Sampai sekarang kegiatan penanganan masih tetap dilakukan. Tidak hanya pada korban tanah longsor di Selopuro-Ngetos. Namun juga berbagai dampak bencana banjir yang terjadi pada beberapa titik yang cukup parah. Seperti desa dan kelurahan di pusat kota. Unsur TNI, Polri, Banser dan berbagai dinas terkait juga tampak terjun langsung melakukan penanganan.
Disisi lain, Aris Trio Effendi, salah satu kordinator taruna siaga bencana (tagana) mengatakan bahwa, sejauh ini penanganan bencana berjalan lancar, pendistribusian makanan juga tidak ada kendala. Bahkan ketersediaan bahan makanan juga memadai.
“Kami juga dibantu tim tagana dari kabupaten lain, ada kurang lebih 10 tim dari kabupaten lain yang diterjunkan disini,” Katanya kepada Pontas.id.
Menurut pria yang juga aktivis kebudayaan ini untuk penanganan dampak bencana tidak hanya dilakukan untuk bencana longsor saja. Tetapi juga dampak banjir yang merendam beberapa wilayah di nganjuk seperti Desa Cepoko, Maguan, Pogalan, Sendang Bumen Berbek dan beberapa desa dan kelurahan diwilayah kota yang juga sempat terendam banjir.
Ia juga meminta agar semua yang terlibat dapat bergotong-royong mulai dari kebutuhan pokok, Kesehatan dan keamanan.
Penulis : Satrio CK / Dhanny.
Editor : Agus Dwi Cahyono.


















