Madiun, PONTAS.ID – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun di tahun 2021 bakal melakukan pemasangan jaringan baru sebanyak 4.000 sambungan rumah (SR). Yang terdiri dari 2.000 SR untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dan 2.000 SR program reguler untuk seluruh masyarakat se-Kabupaten Madiun.
“Sebanyak 2.000 MBR pendaftar sudah dibuka sejak November 2020, belum terpenuhi kurang sekitar 200 SR. Akan kita tutup sampai dengan pertengahan Februari 2021 agar terpenuhi,” kata Sumaryono, Direktur utama PDAM Tirta Dharma Purabaya kepada PONTAS.ID diruangannya Jumlah (19/02/2021)
Selama pandemi covid-19, Di ungkapkannya ada tambahan pemakaian air, dari 18,3 meter kubik menjadi 18,5 meter kubik setiap pelanggan per bulan atau naik sekitar 2 sampai tiga persen dari sebelumnya. Namun, disinggung mengenai pendapatan dalam nilai rupiah pihaknya enggan untuk menjawab.
“Tidak ada kendala, air untuk konsumsi dan cuci tangan malah ada tambahan karena masyarakat juga banyak yang beraktifitas dirumah dan sering cuci tangan,” ungkapnya.
Disisi lain, PDAM Kabupaten Madiun telah mencanangkan 5 prinsif tata kelola perusahaan.
“Kami telah canangkan 5 prinsip tata kelola. Yakni, transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian dan kewajaran. Dan tata kelola ini akan dilaksanakan dengan sebaik mungkin,” Ujarnya.
Ditambahkannya, Bahwa ada 14 unsur yang harus diperhatikan dalam pengelolaan. Yaitu tata cara penyertaan modal, tata cara evaluasi, tata kelola perusahaan yang baik, perencanaan, pelaporan, pembinaan dan pengawasan. Kemudian organisasi dan kepegawaian, kerja sama, penggunaan laba, penugasan pemerintah daerah, pinjaman, memiliki satuan pengawas intern, komite audit dan komite lainnya, serta penilaian tingkat kesehatan, restrukturisasi, privatisasi, perubahan bentuk hukum, kepailitan, penggabungan, peleburan dan pengambil alihan.
“Kami berkomitmen untuk menerapkan tata kelola perusahaan dengan baik, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga harus memiliki daya saing yang kuat dan profesiona,” Pungkasnya.
Untuk diketahui, Hingga saat ini PDAM Tirta Dharma Purabaya telah memiliki 47.860 pelanggan dengan 42 sumber sumur bor atau air tanah terdapat di 14 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun. Satu kecamatan yang tidak menggunakan jasa pelayanan PDAM untuk kebutuhan air sehari-hari adalah Kecamatan Kebonsari.
Lantaran masyarakat masih merasa tercukupi dengan adanya sumber air baku yang ada di wilayah tersebut.
Sumber air yang digunakan PDAM, tambahnya, yakni sumur bor atau air bawah tanah dan air permukaan. Untuk merealisasikan perencanaan kebutuhan sumur bor dan jaringan, pihaknya mengaku mengajukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 sekitar Rp 6 miliar.
Penulis : Dhanny
Editor : Agus Dwi Cahyono.




























