PLN Perbaiki Infrastruktur Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di NTB

Ilustrasi PLN

Mataram, PONTAS.ID – Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mataram, Dony Noor Gustiarsyah, mengatakan, cuaca ekstrem berupa hujan angin dengan intensitas tinggi yang terjadi di NTB, khususnya Pulau Lombok dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, berdampak pada jaringan PLN. Beberapa tiang dilaporkan roboh dan tentunya mengakibatkan komponen distribusi mengalami kerusakan.

“Kami mohon maaf bagi pelanggan yang harus padam. Tim telah diturunkan ke lapangan untuk melakukan perbaikan,” kata Dony, dikutip dari keterangan resminya, Minggu (7/2/2020).

Tiang roboh dilaporkan terjadi di Dusun Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, dan Labuan Tereng, Kabupaten Lombok Barat. Ada juga saluran kabel tegangan menengah putus akibat tanah longsor di Jalan Raya Senggigi, kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

“Di Labuan Tereng, pohon tumbang karena puting beliung, dan menimpa tiang listrik. Satu gardu padam. Proses perbaikan yang saat ini tengah dilakukan petugas juga dibantu oleh warga sekitar,” paparnya.

Sebelumnya, 13 buah tiang listrik roboh juga terjadi di Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, dan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, yang mengalami banjir pada Sabtu (30/1/2021). Petugas sudah melakukan perbaikan. Dony mengimbau, kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati.

Untuk keamanan, segera matikan listrik dari mesin pencatat pemakaian listrik (kWh) meter apabila banjir mulai masuk ke rumah. Selain itu, jangan menyentuh jaringan PLN di lokasi yang terdampak banjir. Warga pun diimbau untuk segera melaporkan apabila terjadi gangguan atau kondisi yang berbahaya di sekitar lokasi warga.

Dony melanjutkan, untuk pelaporan, dapat dilakukan melalui Contact Center 123 ataupun melalui akun media sosial instagran @pln123_official, twitter @pln_123, facebook PLN 123.

“Mohon doa dan dukungan dari seluruh warga agar listrik dapat segera kembali normal, ” pungkas Dony.

Penulis: Riana

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleTrenggono Ingin Nelayan Dapat Uang Pensiun
Next articleDPR Dorong Pemanfaatan EBT Guna Tercapainya Target Bauran Energi