Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, Ini Langkah PLN

Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Mega Proyek PLN, Ikhsan Asaad, menuturkan, PLN secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan pihak lain telah membangun infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) guna mendorong tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik.

Ikhsan bilang, hingga saat ini, terdapat 32 titik SPKLU yang tersebar di 12 kota dan 22 lokasi, antara lain di kantor-kantor PLN dan beberapa lokasi pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan. Selain itu, terdapat 33 titik Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) yang tersebar di 33 lokasi di tiga kota, yaitu Banten, Bandung, dan Bali.

PLN juga telah meluncurkan aplikasi PLN Charge.IN guna memudahkan pengguna kendaraan listrik. Dengan aplikasi Charge.IN, pemilik KBLBB bisa mengontrol dan memonitor pengisian baterai mobil atau motor listrik di stasiun-stasiun pengisian atau SPKLU.

Selain mendorong SPKLU dan SPBKLU, Ikhsan menilai, komposisi pengecasan kendaraan listrik akan lebih banyak dilakukan di rumah. Oleh karena itu, PLN juga akan menyiapkan infrastruktur charging untuk di rumah pelanggan beserta stimulus penggunaan listriknya.

“PLN juga akan segera me-launching produk layanan Home Charging dan SPKLU sebagai stimulus percepatan penggunaan KBLBB di Indonesia,” kata Ikhsan dalam keterangan resmi, Selasa (2/1/2021).

Untuk pelanggan home charging, PLN akan memberikan beberapa insentif stimulus biaya penyambungan untuk tambah daya. Selain itu, PLN juga akan memberikan insentif diskon tarif tenaga listrik pada pukul 22.00-05.00 bagi pelanggan dengan home charging yang terkoneksi dengan PLN.

Sementara bagi pemilik instalasi listrik privat dan Badan Usaha SPKLU/SPBKLU berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020, akan ada penetapan parameter atau insentif khusus, antara lain:

  • Penetapan tarif curah bagi pemilik instalasi listrik privat untuk angkutan umum, badan usaha SPKLU, dan badan usaha SPBKLU.
  • Penetapan faktor pengali sebesar 1,5 bagi pemilik kendaraan listrik yang mengisi daya di SPKLU PLN.
  • Pembebasan rekening minimum selama dua tahun pertama sejak pendaftaran ID Pelanggan SPKLU atau SPBKLU pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik (IUPTL) penjualan, dan pemilik instalasi listrik privat.
  • Keringanan biaya penyambungan tambah daya atau pasang baru bagi SPKLU atau SPBKLU pemegang IUPTL penjualan dan pemilik instalasi listrik privat.
  • Keringanan jaminan langganan tenaga listrik bagi SPKLU atau SPBKLU pemegang IUPTL Penjualan dan pemilik instalasi listrik privat.

Ikhsan menambahkan, PLN telah menyusun roadmap pengembangan SPKLU dengan proyeksi jumlah kumulatif SPKLU pada 2031 sebanyak 31.866 SPKLU yang melayani 327.681 kendaraan bermotor listrik. PLN juga telah melakukan penyusunan roadmap pengembangan SPBKLU.

Diproyeksikan pada 2030, terdapat 4,6 juta kendaraan listrik R2 di Indonesia. Dengan asumsi 50 persen KBLBB R2 adalah battery swap user, diproyeksikan terdapat kebutuhan 2,1 juta battery pack dan 67 ribu battery cabinet pada 2030 di dalam ekosistem SPBKLU.

Lebih lanjut, kata Ikhsan, PLN bersinergi bersama Antam, Mind Id, dan Pertamina dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dengan membangun Indonesia Battery Corporation.

“Langkah-langkah tersebut merupakan upaya PLN untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik yang ramah lingkungan di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Riana

Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here