Pemkot Jakpus Laksanakan Penurunan Stunting Integrasi

Irwandi Mengadakan Rapat Membahas Stunting di Wilayah Jakarta Pusat
Irwandi Mengadakan Rapat Membahas Stunting di Wilayah Jakarta Pusat

Jakarta, PONTAS.ID – Pemkot Jakarta Pusat melaksanakan fokus lokasi penurunan stunting integrasi 2021.

Plh Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi mengatakan, hal ini sejalan dengan gerakan nasional perbaikan gizi, mengamanatkan pembentukan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif diprioritaskan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan pada ibu hamil perlu mendapat perhatian untuk mencegah terjadinya stunting.

Irwandi melanjutkan, akibat kekurangan gizi pada 1000 HPK balita bisa gagal bertumbuh yang bisa bersifat permanen dan sulit untuk diperbaiki.

“Maka hari ini sebagai pendorong bagi kita untuk lebih ber konvergensi dari lintas sector lainnya dalam menangani masalah stunting,” katanya disela membuka acara pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintergrasi di ruang rapat Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (28/1/2021).

Selain Irwandi hadir pula, Kasub Perencanaan dan Pembangunan Kota Jakpus, Tulus Ludyo Setiawan dan Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat M Fahmi,

Irwandi mengungkapkan, di wilayahnya sendiri ada 10 daerah stunting. Dari 10 ini ada enam di wilayah Tanah Abang, pengecualian di Kelurahan Kebon Kacang. Empat yang lainnya terbagi di Kecamatan Sawah Besar, dan Johar Baru.

“Penanganan Stunting tidak bisa dikerjakan sambil lewat itu menjadi Key Performance Indicator (KPI) bagi para lurah dan camat. Kelurahan dan kecamatan yang belum terkena dipertahankan,” jelasnya.

Untuk di wilayah Tanah Abang, ia meminta, segera ditangani secara serius agar dari enam itu berkurang menjadi satu atau jadi zero (nol). “Sedangkan di Sawah Besar dan Johar Baru tahun depan bisa dibuat zero,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Kasub Perencanaan dan Pembangunan Kota Jakpus, Tulus Ludyo Setiawan menerangkan penilaian pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintergrasi di Jakarta Pusat akan berlangsung pada bulan Juli.

“Nanti penilaian ini sebagai kinerja wilayah dan penilaian dilakukan oleh Tingkat Provinsi DKI Jakarta melalui zoom meeting,” ujar Tulus.

Tulus mengharapkan semua jajaran terkait dapat terlibat dalam masalah stunting. Sebab, stunting bukan kerjaannya Dinas Kesehatan saja tetapi harus dikerjakan bersama-sama dengan para Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan masyarakat.

“Kesehatan hanya 30 persen, 70 persennya di luar kesehatan contohnya, lingkungan, ekonomi dan sebagainya,” pungkasnya.

Penulis: Zulfatun/Tajuli

Editor: Luki Herdian

Previous articleTerpapar Covid-19, Lurah Benhil Salurkan Bantuan Sembako ke Warga
Next articleDPR Dukung Upaya Pemerintah Terapkan Karantina Terbatas