Pengamat Apresiasi Pembentukan Holding BUMN Pangan

Jakarta, PONTAS.ID – Penggabungan dua perusahaan berplat merah (Perindo dan Perinus) yang diperintahkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir agar menjadi bagian dari holding BUMN Pangan mendapat tanggapan positif dari sejumlah pihak.

“Bergabungnya dua perusahaan itu di dalam Kolom perikanan adalah jalan untuk penghematan dari sisi modal Negara,” ujar Pengamat Pangan Abdul Halim saat dihubungi PONTAS.id, Kamis (10/12/2020).

Menurutnya, keberadaan Perindo dan Perinus di dalam holding BUMN Pangan dapat mewujudkan kedaulatan pangan apabila perusahaan itu bisa berkolaborasi dengan para pelaku usaha kecil.

“BUMN harus bisa menyambungkan sektor perikanan dari hulu hingga hilir dengan cara menjadikan nelayan atau pelaku usaha perikanan berskala kecil menjadi mitra untuk memasok kebutuhan pangan melaui skema kerja sama dengan BUMN yang telah di bentuk di sektor pangan ini,” imbuhnya

Abdul Halim menjelaskan, apabila pelaku usaha perikanan berskala kecil itu ditinggalkan, maka BUMN yang dibentuk untuk memenuhi sektor pangan pasti kesulitan untuk memberikan kontribusi yang baik kepada negara dan masyarakat.

Lebih lanjut, Abdul Halim yang merupakan Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mengungkapkan bahwa keadaan nelayan hingga saat ini belum terlepas dari cengkraman para tengkulak lantaran nelayan masih tergantung dari sisi permodalan.

“Mereka saat ini masih sangat tergantung dengan tengkulak, disitulah Peran BUMN dibutuhkan sebagai alat pemerintah untuk bertindak memecah keterikatan antara para nelayan dengan tengkulak. Namun sayangnya BUMN hingga saat ini belum mempunyai peta jalan yang jelas sehingga sering berhenti di tengah jalan,” Pungkasnya

Penulis: Rahmat Mauliady

Editor: Pahala simanjuntak

Previous articlePuluhan Wartawan Pasuruan Deklarasikan AJPB
Next articleFilm Harus Mampu Menjadi Sarana Menanamkan Nilai Kebangsaan