Pemerintah Yakin UU Ciptaker Bisa Memperbaiki Ekonomi Bangsa

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat memberikan keterangan pers usai Ratas terkait bahan pokok, Selasa (28/4/2020).

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian meyakini Undang-undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) yang telah disahkan di masa pandemi COVID-19 merupakan waktu yang tepat. Sebab dia percaya omnibus law itu bisa menjadi pembalik kondisi ekonomi yang sudah terkapar akibat pandemi.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, awalnya mengatakan vaksin COVID-19 yang telah tiba di RI akan menjadi game changer dari kondisi saat ini. Namun dia juga percaya UU Cipta Kerja juga menjadi game changer untuk jangka waktu menengah panjang.

“Undang-undang Cipta Kerja yang telah disahkan diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja dan ini sebagai game changer medium to long term, yang tentunya akan membuat lapangan kerja yang lebih berkualitas,” katanya, Selasa (8/12/2020).

Airlangga pun bilang, UU Cipta Kerja bisa menciptakan lapangan kerja baru untuk menyerap pengangguran yang terkena badai PHK di masa pandemi. Selain itu dia juga percaya menimbulkan kemudahan iklim berusaha serta mendorong usaha menengah dan kecil menjadi jaring penyelamat dan pengaman pasca pandemi.

“Waktu disahkannya undang-undang ini dirasakan tepat, karena ini akan membantu mengurangi dampak negatif terhadap terjadinya masyarakat kehilangan pekerjaan sebesar 29,12 juta penduduk di usia kerja,” ucapnya.

Airlangga melanjutkan, klaster-klaster yang ada di dalam UU Cipta Kerja diharapkan dapat mendorong peningkatan investasi, mendorong daya saing, serta memberikan perlindungan bagi pekerja.

“Pemerintah telah menyelesaikan peraturan turunan dari pada UU Cipta Kerja dan memberikan peluang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memberikan masukan dan usulan dalam penyiapan tum perumusan dari pada seluruh pelaksanaan UU Cipta Kerja. Dan pemerintah telah membentuk tim aspirasi yang nanti tentunya diharapkan bisa bekerja dalam 2 bulan ke depan,” tutupnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Hendrik JS

Previous articleTahun Depan, Biofarma akan Produksi Vaksin Sendiri
Next articleJelang Pilkada, MPR Minta Pemerintah Pastikan Kesiapan Logistik dan Prokes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here