Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah kepada sektor pertanian yang terkesan di bawah harapan. Pasalnya, eksekusi kebijakan tambahan anggaran sektor pertanian jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan suntikan modal PT Asuransi Jiwasraya.
“Bagaimana pertanian kita bisa besar bila kebijakannya nanggung seperti ini. Sementara Kementan kemarin cuma dapat tambahan Rp 3 triliun pada saat bersamaan pemerintah menggelontorkan suntikan Rp 22 triliun sebagai modal untuk penyehatan PT Asuransi Jiwasraya. Ini bukti nyata Pemerintah belum sepenuhnya memberikan perhatian khusus terhadap sektor pertanian,” terang Akmal dalam siaran persnya yang dikutip PONTAS.id Rabu (11/11/2020).
Menurutnya, segala ekspos yang menyatakan pentingnya sektor pertanian tidak didukung kebijakan yang menjadi bukti bahwa sektor pertanian mendapat dukungan penuh agar menjadi besar demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
“kalau memang Presiden melihat sektor pertanian sangat penting, harusnya politik anggaran dan keberpihakan itu betul-betul terlihat.” tegasnya.
Akmal yang diketahui sebagai Legislator asal Sulawesi Selatan II ini pun memuji usaha Kementan dalam menjaga pasokan logistik nasional selama masa pandemi Covid-19. Namun masih ada sejumlah pekerjaan rumah bagi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
“Pertama, manajemen internal masih berjalan sendiri-sendiri dan saya menilai kebijakan Kementan masih bersifat politis sehingga dia harus lebih memperkuat sinergitas antara eselon satu dengan stakeholder yang ada,” terang Akmal
Kedua, sambung Politisi PKS itu, terkait kepastian harga di tingkat petani. Akmal melihat, walau pemerintah sudah memberikan dana ke Perum Bulog untuk menjaga ketahanan pangan dan kepastian harga kepada petani, tetapi terkadang harga komoditas, seperti cabai, bawang, dan jagung masih di bawah harga pembelian pemerintah saat panen raya.
“Produksi sektor pertanian melimpah dan banyak pada sentra-sentranya. Akan tetapi tidak ada yang membeli pada saat panen raya dalam serapan yang signifikan menghabiskan stok di petani.” imbuhnya
Lebih Lanjut Akmal mengatakan Persoalan yang paling mendasar pada mindset pemerintah, mesti ada kesepahaman bersama, yang sudah terbukti nyata di lapangan bahwa sektor pertanian memberikan kontribusi yang cukup besar bagi keberlangsungan bangsa ini.
“Ini kan masalah. Dan masalah ini bukan di Kementan sebenarnya, karena Kementan bukan di perdagangan. Bila ini sudah dipahami, maka pemerintah tidak perlu ragu lagi untuk memberikan politik anggaran yang signifikan pada sektor pertanian ini,” Tandas Andi Akmal Pasluddin.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Rahmat Mauliady



























