Bantah Telantarkan Mahasiswa, LPK Darma: Silahkan Dibuktikan

Direktur LPK Darma dari Group Stikom Bali Drs. Dede Haryadhy.

Jakarta, PONTAS.ID  – Direktur LPK Darma dari Group Stikom Bali Drs. Dede Haryadhy membenarkan program mahasiswa magang ke Jepang dan kuliah sambil kerja di Taiwan merupakan inisiasi lembaganya bersama Stikom Bali.

“Sarana itu dibuat dan ditujukan demi menciptakan mahasiswa mandiri dalam menghadapi era globalisasi dan industri 4.0 dimasa mendatang,” Jelas Dede dalam keterangan resminya, Kamis (25/09/2020).

Terkait ada tudingan menipu dan menelantarkan  masiswa, Dede membantah adanya isu miring tersebut, Pasalnya LPK Darma dan Stikom Bali turut memberikan apresiasi kepada semua peserta. Seperti membantu pembiayaan dan tempat tinggal asrama bagi mereka yang akan berangkat.

“Sejak 18 September 2019, LPK Darma dan Stikom Bali telah memberangkatkan mahasiswa ke Jepang dan semua baik-baik saja tidak ada masalah. Pada 18 September 2019 tahun lalu, LPK Darma (Stikom Bali Group) telah menutup sesi pelatihan bahasa Jepang dan memberangkatkan 10 peserta magang ke Jepang yang disaksikan dan dilepas oleh Kadisnaker dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda di Aula ITS Stikom Bali Renon Denpasar,” ungkap Dede.

Lanjut Dede, Terkait kemudian ada mahasiswa yang belum berangkat karena terkendala visa dari negara tujuan lalu menyudutkan institusi pendidikan Stikom Bali dan LPK Darma dengan informasi yang tidak benar adalah perbuatan yang tidak etis.

Ia mengatakan, para perserta tersebut belum bisa berangkat karena terkendala visa yang dikeluarkan oleh pihak otoritas negara terkait, dan hal itu tidak bisa diintervensi oleh pihak PLK Darma maupun Stikom Bali.

“Silahkan dibuktikan!. Apalagi sampai menuduh LPK Darma menipu dan menelantarkan mahasiswa, itu perbuatan yang tidak terpuji” tegasnya.

Ia mengakui,  sempat bingung dan heran dengan tuduhan yang tidak jelas tersebut. Selama ini pihaknya selaku lembaga pelatihan sudah memberikan dan menyiapkan kebutuhan para calon peserta. Menutup kekurangan biaya mereka agar bisa terbang ke Jepang atau Taiwan dan menempatkan mereka di tiga asrama terbaik selama ini.

“Saya selaku pemimpin di LPK Darma merasa heran dan merasa aneh. Nipunya dimana gitukan? Kemudian menelantarkan anaknya dimana? Dibilang nipu, orang kita dan Pak Bupati Floris Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon yang menutupi kekurangan biaya mereka. Lalu menelantarkan anaknya dimana?” Tegas Dede

Dede mengungkapkan, pihak LPK Darma sudah memberikan fasilitas penginapan bagi calon peserta melalui tiga asrama yang cukup mewah dan berada di Keboiwo Mahendratdatta dan Batanghari di Bali.

“Jadi dimana menelantarkannya. Tiga asrama yang semuanya menurut ukuran kami lebih daripada cukup dan mewah. Bahkan dulu ketika mereka baru masuk, seprei, bantal kasur kita berikan. Saya cukup heran dan bingung jika ada para pihak yang menyebutkan LPK Darma menipu, membohongi dan menelantarkan. Tolong tunjukkan dimana menipu dan membohonginya biar jelas,” tegas Dede.

sebelumnya, polemik tuduhan yang menerpa LPK Darma dan Stikom Bali bermula dengan adanya pelaporan dari peserta Flores Timur (Flotim) yang belum bisa berangkat untuk magang ke Jepang. Pihak yang kecewa lalu membawa keluhan mereka keranah hukum dan melaporkan LPK Darma ke Polresta Denpasar.

5 dari Para pelapor mengakui mewakili sembilan orang mahasiswa lainnya yang kecewa dan menuding LPK Darma melakukan penggelapan dan penipuan.

Penulis: Hartono

Editor: Idul HM

Previous articleKorupsi Pengadaan Buku Fiktif, Kajari Tebingtinggi Sita 810 Juta
Next articlePilkada Asahan, Hadapi Dua Kompetitor Petahana Kebagian Nomor 2