Raih WTP Ke-10, Sekjen MPR: Kerja Harus Berprestasi

Ma'ruf Cahyono
Ma'ruf Cahyono

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyerahkan penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Penyerahan dilakukan dalam Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2020 yang dihelar secara daring. Dalam cara tersebut MPR menjadi salah satu lembaga negara yang meraih WTP.

Sekretaris Jenderal MPR Ma’ruf Cahyono bersyukur sekaligus bangga, sebab MPR dipercaya telah mengelola keuangan secara baik, akuntabel, dan transparan.

“Penghargaan pada tahun ini membuat kita selama sepuluh kali secara berturut-turut meraih WTP,” ungkap Ma’ruf dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020).

Hal itu ia sampaikan saat mengikuti acara secara daring dari Ruang Delegasi, Komplek Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Selasa (22/9).

Ma’ruf mengatakan apa yang telah diraih ke depannya menjadi tanggung jawab dan tantangan agar MPR bisa mempertahankan predikat tersebut. Dengan meraih WTP, MPR dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas pemerintahan yang baik dalam hal good governance.

“WTP merupakan predikat tertinggi dalam pengelolaan keuangan negara. Ke depan tugas kita tidak ringan bila ingin tetap mempertahankan WTP,” ungkapnya.

Ma’ruf melanjutkan apa yang diraih tersebut bisa dijadikan sebagai motivasi dan stimulus kepada aparatur sipil negara (ASN) di Setjen MPR. Ia pun meminta reformasi birokrasi dan indikator penilaian ditingkatkan. Baginya reformasi birokrasi harus memberi dampak dan manfaat yang lebih terasa bagi ASN.

“Bahwa kerja itu harus berprestasi. Kita harus mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.

Ke depannya, ia mengatakan tantangan yang dihadapi oleh ASN akan semakin kompleks. ASN dituntut terus beradaptasi dengan lingkungan yang maju. Sebab saat ini eranya serba elektronik.

Menurut Ma’ruf, institusi pemerintahan harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Pelayanan publik sekarang harus praktis, cepat, dan akurat serta bisa menjawab tuntutan teknologi informasi.

“Oleh karena itu lah Setjen MPR berupaya terus meningkatkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik,” ungkapnya.

Ma’ruf juga menjelaskan tiga aspek dalam pengelolaan atau manajemen. Tiga aspek itu adalah SDM yang handal, benar dalam mengelola uang, dan benar dalam mengelola barang. Bila ketiganya bisa dilakukan, maka Setjen MPR mampu melakukan pelayanan secara akuntabel, transparan, dan terbuka.

“Yang pada gilirannya meningkatkan pelayanan yang maksimal kepada MPR dan masyarakat. Itu harapan saya,” ujarnya.

Menurutnya untuk melakukan kerja yang baik diperlukan kerja keras dan kerja sama yang kuat. Ia menyebutkan saat ini dalam bekerja harus berpegang pada prinsip kolaborasi. Dalam menghadapi tantangan, memanfaatkan peluang, dan menyelesaikan masalah juga harus dilakukan dengan kolaborasi.

“Saya canangkan bahwa kolaborasi tidak hanya di level pemimpin tetapi juga semua stakeholder. Tidak hanya di internal kesetjenan namun juga eksternal kesetjenan sebab MPR juga memerlukan kemitraan untuk mendukung tugas-tugasnya,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi kinerja semua pihak yang berkontribusi untuk kemajuan Setjen MPR. Menurutnya selain kerja keras dan kerja sama, yang perlu dilakukan agar WTP tetap dipertahankan adalah komitmen dan dukungan para leader, termasuk top manajer yang kuat mendorong, memotivasi, agar SDM terus bekerja untuk meraih prestasi.

“Lakukan tugas sesuai dengan ketentuan yang ada supaya tidak terjadi penyimpangan. Penting juga adalah mengefektifkan aparat pengawas internal yang selama ini juga menjadi bagian yang sangat penting dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih,” ungkapnya.

Terkahir, Ma’ruf mengatakan pentingnya membangun semangat dan dedikasi. Sebab kinerja bisa dijakankan dengan baik tanpa tanggung jawab. Sedangkan menurutnya tanggung jawab memerlukan kesadaran.

“Dedikasi itu penting untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here