Selain Penggerak Ekonomi, Kementan Dorong Pasar Tani Terus Berkembang

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, saat meperperlihatkan Jeruk lemon lokal asal sukabumi.(5/7)

Jakarta, PONTAS.ID – Pasar Tani pada masa Pandemi Covid-19 salah satu pengerak ekonomi petani dan ekonomi nasional Indonesia agar tetap terjaga ditengah situasi pandemi covid-19. Selain peningkatan perekonomian petani, pasar tani juga mempermudah konsumen untuk mendapatkan produk hortikultura yang segar, bermutu dan harga yang murah.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto mengatakan, kebutuhan masyarakat akan produk hortikultura dan bahan pangan harus bermutu dan harga terjangkau, terlebih pada masa Pandemi COVID-19 yang saat ini melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pasar tani ini, ternyata  respon masyarakat sangat tinggi terhadap produk hortikultura lokal kita. Terbukti omset penjualan  pasar tani ini sangat tinggi meski situasi  pandemi. Pasar Tani harus berlanjut terus dan diharapkan terus ada dan berkembang,” ujar Prihasto saat pembukaan Pasar Tani di Mall Trans Studio Mall Cibubur, Rabu (5/8/2020).

Anto, berharap kegiatan pasar tani terus berkembang hingga seluruh pelosok tanah air. Pelaksanaan event  pasar tani kedepan harus bisa dilakukan dalam sekala besar, serta mampu memperkenalkan produk-produk hortikultura lokal kepada masyarakat luas.

“Saya sangat bangga dengan produk lokal kita ini, teryata produk hortikultura lokal kita tidak kalah mutunya dengan produk impor. Produk olahannya pun sangat bermutu,” ujar Anto saat keliling memperhatikan dan mencicipi produk olahan hortkultura pada acara tersebut.

Anto pun menjelaskan, bahwa merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang baru rilis hari ini,   Pertumbuhan perekonomian nasional indonesia rata – rata sudah minus 5%. “Namun yang sangat membangakan  ialah sektor pertanian yang tetap dapat tumbuh positif sebesar 2,19 persen,” ujar anto dengan bangga.

Ditempat yang sama, Direktur PPHH, Bambang Sugiharto, mengakui tetap melakukan pendampingan dan memfasilitasi pengembangan pasar tani  agar keberadaan pasar tani  semakin diakui dan membantu baik dari sisi produsen dan konsumen.

Adapun fasilitas yang diberikan kepada pasar tani adalah  berupa bantuan sarana pemasaran seperti tenda mobile beserta perlengkapannya, alat pengeras suara, sarana pengemasan dll.

“Bersamaan dengan fasilitasi bantuan sarana pemasaran bagi Pasar Tani, pemerintah mengalokasi pula dana pembelian produk hotikultura bagi petani yang terdampak covid 19 baik secara langsung maupun tidak langsung, karena produknya perlu dibantu penyerapannya,” ujar Bambang.

Penulis: Yos Casa Nova F

Editor: Idul HM

 

Previous articleDorong Ketahanan Pangan Asahan, Bupati Kunjungi Kebun Jagung
Next articleMimi Tewas di Family Karaoke, Begini Pengakuan Tersangka