Jakarta, PONTAS.ID – Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Koperasi dan UMKM serta meningkatkan kapasitas usaha KUMKM, dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi pada tatanan New Normal di masa pandemi Covid 19, Kementerian koperasi melalui Deputi Bidang Pengembangan SDM melakukan berbagai kegiatan yang langsung menyentuh pelaku UMKM yang dinilai paling terdampak.
“Pelatihan ini kita lakukan sebagai wujud keseriusan percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian khususnya masyarakat pelaku koperasi dan UKM” ujar Nasrun Siagian, Asdep bidang pengembangan kewirausahaan sekaligus Plt. Asep kewirausahaan saat membuka kegiatan pelatihan terpadu di Provinsi Lampung.
Diketahui, pelaksanaan pelatihan terpadu ini digelar di Hotel Asoka Bandar Lampung yang dimulai tanggal 4-7 Agustus 2020 untuk 7 angkatan sekaligus dengan jumlah peserta sebanyak 230 orang pelaku koperasi dan UKM dan mahasiswa.
Pada kesempatan ini, Nasrun mengatakan bahwa dampak dari pandemi covid-19 sangat dirasakan pelaku UMKM yang mengakibatkan terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi yang pada ahirnya memberikan tekanan kepada UMKM baik dari sisi suply maupun demand” ujar Nasrun.
Menurutnya, berdasarkan data yang dihimpun call center Kementerian Koperasi dan UKM hingga bulan Juni 2020, ada beberapa masalah yang dialami oleh pelaku UMKM, yakni penjualan UKM menurun hingga sekitar 22%, distribusi terhambat sebesar 20%, dan permodalan sebesar 19%.
Lebih lanjut Nasrun menjelaskan, melalui Program Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai informasi yang sudah dicanangkan oleh pemerintah menyiapkan program-program untuk membantu UMKM yang difokuskan menjaga pertumbuhan ekonomi dan menjaga lapangan kerja di masyarakat.
Program-program tersebut antara lain:
Program pertama, bantuan sebesar Rp. 2,4 juta per UMKM, bantuan ini dalam bentuk grand dalam bentuk bantuan bukan dalam bentuk pinjaman yang digunakan untuk modal memulai berusaha, bantuan ini ditargetkan menyasar 12 juta UMKM.
Program kedua, pemerintah akan memberikan kredit usaha berbunga rendah untuk UMKM. Pinjaman ini diutamakan untuk masyarakat yang terkena PHK dan memiliki usaha rumah tangga, jelas Nasrun.
Program ketiga adalah Aksi Kementerian Koperasi dan UKM yang meliputi
Program penyaluran dana bergulir melalui LPDB-KUKM mendapat kucuran dana Rp.1 triliun di luar yang sudah dialokasikan sebelumnya Rp.1,85 triliun, realisasi baru 23%, namun akhir tahun diperkirakan terserap 100%, jelas Nasrun (sumber release Kementerian Koperasi dan UKM).
Lebih lanjut lagi, Nasrun menjelaskan, Penyalurannya dilakukan melalui 3 Fase yaitu :
Fase pertama adalah survival dengan Restrukturisasi Pinjaman dengan penundaan pembayaran angsuran serta jasa selama 6-12 bulan.
Fase kedua adalah fase program pemulihan ekonomi dengan pembiayaan khusus disalurkan kepada koperasi dengan bunga 3% menurun atau sekitar 1,5 % Flat per tahun; dan
Fase ketiga adalah fase penumbuhan ekonomi dengan menyiapkan kebijakan untuk mempermudah akses pembiayaan bunga ringan kepada KSP dan Koperasi BMT dan akan melakukan program pendampingan.
Berikutnya program digitalisasi UMKM, Nasrun mengatakan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM hadir untuk membantu UMKM dalam bentuk pelatihan sesuai dengan arahan pimpinan di Kemenkop dan UKM.
Lebih lanjut lagi Ia mengatakan, pelatihan di Deputi Bidang pengembangan SDM, mengalokasikan jam pelajaran untuk pelatihan digitaliasi UMKM dan difokuskan pada digitaliasi pencatatan laporan keuangan, dan digitalisasi pemasaran (digital marketing).
Untuk mewujudkan digitalisasi tersebut, Nasrun mengatakan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM telah membangun kolaborasi dengan platform marketplace, seperti Blibli, Lazada, Tokopedia, Shopee, Bukalapak serta WathApp Business, Face book dan Instagram .
Selain itu, kami juga bekerja sama dengan startup dibidang pertanian dan perikanan seperti tanihub, sayur box, ekosis, serta untuk pembiayaan bekerja sama dengan Hara, Modal rakyat dan Alami” kata Nasrun.
Dengan kerjasama tersebut, Nasrun berharap UMKM dapat meningkatkan omzet, dan eksis kembali. menurutnya, selama masa PSBB pisychal distanching penjualan UMKM menurun, dan dengan bergabung dalam ekosistem digital UMKM, akan memutus mata rantai pemasaran yang panjang.
Dalam kesempatan ini, Nasrun mengatakan, saat ini sektor pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, menjadi sektor yang tidak terlalu parah terkena dampak pandemic covid 19, karena jauh dari perkotaan, dan produknya dibutuhkan dan dikonsumsi masyarakat setiap hari. Untuk itu, koperasi sektor pertanian, perkebunan, perikanan, perlu ditumbuhkan untuk mengantisipasi krisis pangan, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru.
Terakhir Nasrun mengingatkan mahasiswa setelah lulus untuk tidak berpikir hanya untuk jadi PNS.
“Sektor pertanian, perikanan, perkebunan, sangat menjanjikan dan sangat cocok dengan alam di Lampung, pelatihan diharapkan memberikan outcome, UMKM eksis dan naik kelas, dan Go Digital” tandas Nasrun.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Bidang Kelembagaan Indra AA Minpaduka mengapresiasi kegiatan ini.
“Kami berharap dukungan dari pemerintah untuk pelaku usaha di Provinsi Lampung semakin ditingkatkan, karena saat ini kehidupan ekonomi, setelah terpuruk di awal-awal pandemi, sudah mulai bangkit kembali”. Ucap Indra.
Penulis: Yos Casa Nova
Editor: Idul HM




























