Soal Transformasi Holding Migas oleh Pertamina, Ini Respon PGN

Ilustrasi jaringan distribusi gas milik PGN

Jakarta, PONTAS.ID РPT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyambut positif rencana pembentukan sub-holding Pertamina, khususnya di sektor hulu minyak dan gas bumi.

Direktur SDM dan Umum PGN, Beni Syarif Hidayat, mengatakan, transformasi holding migas tersebut dapat menciptakan percepatan infrastruktur gas yang terintegrasi.

“Pada dasarnya PGN mendukung tujuan holding Migas agar menciptakan infrastruktur gas yang terintegrasi dan mempercepat pertumbuhan value dari seluruh bagian dari holding,” kata Beni, dalam keterangan resminya, Kamis (23/7/2020)

“Kemudian manfaat gas bisa segera diintegrasikan dengan acceptability, affordability, dan availability, guna memudahkan dan pemerataan akses gas kepada konsumen di seluruh sektor,” sambungnya.

Beni menuturkan, terkait transformasi holding migas oleh Pertamina ini, PGN akan mempersiapkan diri dalam rangka peningkatan kompetensi teknis yang diharapkan mampu membekali pekerja PGN untuk menjawab tantangan peran sebagai subholding Gas.

“PGN sebagai Subholding gas mendapat amanah untuk mendukung program-program pemerintah seperti perluasan utilisasi gas bumi melalui penetapan harga untuk industri tertentu, pengembangan jargas rumah tangga, penyediaan dan pembangunan infrastruktur LNG bagi pembangkit listrik, dan lain-lain,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero), Koeshartanto, menjelaskan, Pertamina Group telah menyusun strategi pengelompokkan bisnis energi yang terintegrasi dengan PGN, untuk memberikan porsi agar bisnis perusahaan lebih efisien dan memastikan efektivitas yang berkelanjutan di masa-masa mendatang.

“Transformasi holding migas merupakan lokomotif untuk mencapai aspirasi Pertamina Group 2024 yaitu sebagai Global Energy Champion dengan market value sebesar USD 100 Miliar dan menjalankan mandat dari pemerintah terkait dengan penyediaan dan pengelolaan energi sesuai dengan Undang-Undang BUMN maupun Undang-Undang Energi,” jelasnya.

“Restrukturisasi holding migas dapat menjadi medium untuk meningkatkan peran dan engagement internal PGN untuk berkontribusi lebih lagi pada kinerja perusahaan. Khususnya ketika perusahaan sangat memerlukan dukungan internal dari para pekerja,” sambungnya.

Dia menilai, melalui transformasi holding migas PGN Group akan lebih fokus pada bisnis utama secara berkelanjutan yaitu mengoptimalkan sumber energi gas domestik, memperkuat pasar dan ketahanan gas bumi domestik. Maka harapannya Indonesia akan mendapatkan infrastruktur gas bumi yang lebih baik dan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.

Di sisi lain, kata Koeshartanto, PGN bisa menjadi role model bagi gerakan kemajuan Pertamina. Mengingat PGN merupakan subholding pertama Pertamina Group yang sudah berstatus terbuka, sehingga transparansi akuntabilitas kinerja menjadi bagian yang akan selalu menjadi kelebihan sebagaimana persyaratan untuk menjadi perusahaan Tbk.

Koeshartanto juga mengatakan, transformasi memang tidak mudah. Berdasarkan Mckinsey Company, banyak perusahaan telah melakukan transformasi namun tingkat keberhasilannya hanya sekitar 16%, sehingga dukungan internal yang solid menjadi bagian yang sangat penting.

“Kami ingin Pertamina, PGN dan subholding-subholding lainnya dapat menjadi suatu kesatuan yang bisa dilaksanakan dengan benar, sesuai rencana yang benar, dan membuahkan hasil yang luar biasa,” tuntasnya.

Penulis: Riana

Editor: Luki H

Previous articleMerasa Tak Adil, Ryo Napitupulu Berencana Lapor ke Kapolri
Next articleHeboh! Paus Biru Mati dan Terdampar di Perairan Kupang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here