Sidang Tahunan MPR Jangan Jadi Ajang Lomba Pidato Lembaga Negara

Diskusi Empat Pilar MPR
Diskusi Empat Pilar MPR

Jakarta, PONTAS.ID – MPR akan menggelar sidang tahunan pada tanggal 14 Agustus mendatang untuk mendengarkan pidato laporan kinerja lembaga negara sekaligus sebagai rangkaian memperingati HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti.

Anggota MPR Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay meminta agar siang tahunan tersebut jangan jadi ajang lomba pidato antara para pimpinan lembaga negara.

Jika demikian, sidang tersebut tidak bermakna dan monoton, karena seakan tidak bisa mengubah keadaan.

“Atau tidak bisa menghasilkan apapun dalam rangka perbaikan pelayanan kepada masyarakat luas,” kata Saleh dalam diskusi Empat Pilar MPR, Senin (20/7/2020).

Dikatakan Saleh, dalam sidang pertama, tiga pilar demokrasi, eksekutif legislatif maupun yudikatif melaporkan kinerjanya selama setahun.

“Mudah-mudahan sidang Tahunan MPR RI bermanfaat untuk kita semua dan Rakyat Indonesia,” ujar anggota Komisi IX DPR ini.

Sementara itu, Anggota MPR Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati mengatakan, Sidang Tahunan di MPR memiliki makna penting, karena menjadi ajang laporan bagi sejumlah lembaga tinggi negara.

Kurniasih menambahkan, saat sidang MPR inilah diharapkan bisa menjalankan fungsi dari MPR dan DPR.

“Kalau di DPR kita punya fungsi pengawasan, maka disinilah kita bisa memiliki fungsi pengawasan setelah mendengarkan begitu banyak pidato yang disampaikan saat sidang tahunan tersebut, “tuturnya.

Bicara apakah efektif atau tidak, lanjut dia, semua kembali kepada anggota, mudah-mudahan kalau semua mau efektif bahan-bahan disampaikan sebelum sidang tahunan berjalan, sehingga bisa dipelajari.

Ia mencontohkan, dalam sidang paripurna tahun sebelumnya, anggota dewan mendapat bahan aporan dari BPK dan kementerian keuangan.

Jangan Jadi Liberal

Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, berharap Sidang Tahunan (ST) Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) jangan menjadi liberal. Sidang tahunan itu harus memberikan cahaya kepada bangsa Indonesia.

“Sidang yang digelar setiap tahun dihadiri Presiden dan Wakil Presiden tersebut juga tidak menjadi dagelan politik semata. Sehingga seluruh Rakyat Indonesia punya harapan untuk terus mencintai bangsa ini, “ujar Margarito.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Riana

Previous articleBupati Resmikan Gedung YP Quran Kisaran Timur
Next articleHUT Adhyaksa ke-60, Disdik Sergai Gelar LCT Tingkat SMP