Sepeda hingga Jahe Jadi Produk Banyak Dibeli Lewat E-commerce Saat Corona

Penjualan Sepeda
Penjualan Sepeda

Jakarta, PONTAS.ID – Seiring dengan terjadinya pandemi Covid-19 di Indonesia yang mulai masuk Maret 2020, terjadi banyak perubahan jenis pembelian produk di e-commerce.

Marketplace Lazada mencatat, ada pergesaran dari gaya belanja masyarakat yang sebelumnya membeli berdasarkan keinginan menjadi berdasarkan kebutuhan.

“Ada pergeseran dari keinginan dan pembelian impulsif, menjadi kebutuhan rumah dan sehari-hari sepanjang Januari-Juni 2020,” kata SVP Traffic Operation Lazada, Haikal Bekti Anggoro, Minggu (19/7/2020).

Ia menjelaskan, berdasarkan pertumbuhan penjualan ada lima sub kategori produk yang mengalami lonjakan tertinggi di Juni 2020 dibandingkan Januari 2020.

Sub kategori produk berkebun dan luar rumah menjadi yang tertinggi, seiring dengan peningkatan tren masyarakat yang mulai berkebun selama berdiam di rumah saat masa pandemi. Kemudian produk kesehatan turut meningkat, utamanya pembelian produk suplemen dan madu. Lazada juga mencatat pembelian masker wajah turut meningkat hingga 36 kali lipat.

“Pada Januari ketika sebut masker wajah itu untuk perawatan, tapi saat masuk Maret masker wajah itu definisinya berubah total, jadi masker medikal atau masker bahan kain. Jadi kelihatan banget dalam 3 bulan saja perubahannya sudah sangat besar,” jelas Haikal.

Selain itu, kategori olahraga dan rekreasi juga alami peningkatan. Utamanya di dorong pembeli sepeda, seiring tren di masa pandemi masyarakat jadi lebih rutin olahraga dengan bersepeda.

Lazada mencatat, peningkatan tertinggi ada pada pemblian sepeda lipat yakni sebanyak 10 kali lipat. “Kalau dulu sepeda gunung atau sepeda anak yang banyak dibeli, sekarang bergeser jadi sepeda lipat,” ungkapnya.

Pembelian kebutuhan peliharaan menunjukkan peningkatan, utamanya makanan kucing, anjing, dan ikan peliharaan. Kemudian pembelian kebutuhan dapur turut mengalami peningkatan yang tinggi selama pandemi.

“Kebutuhan dapur melonjak naik, itu mulai dari tepung, beras, sayur-mayur, hingga jahe dan lain-lain, yang juga disebut empon-empon,” kata Haikal.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Idul HM

Previous articleTerbitkan Paspor Djoktjan, DPR: Kakanim Jakut Harusnya Diberi Sanksi Bukan Promosi!
Next articleNetflix Panen Pelanggan Baru Selama Corona