Terpidana Korupsi Gampang Keluar Masuk ke RI, DPR: Aparat Hukum Lemah Informasi

Rahmat Muhajirin
Rahmat Muhajirin

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi III DPR, Rahmat Muhajirin menyesalkan adanya misskomunikasi antar lembaga penegak hukum terjadi saat ini dikarenakan lemahnya informasi serta komunikasi sehingga dapat memudahkan para terpidana maupun buronan kasus korupsi yang seenaknya bebas keluar masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi.

Hal ini dikatakan Rahmat menyinggung soal gampangnya terpidana sekaligus buronan bank Bali, Djoko Tjandra ke Indonesia baru-baru ini serta masih buronnya tersangka kasus suap PAW dan sekaligus caleg PDIP, Harun Masiku.

Ia pun menyinggung, sistem penyelenggaran hukum nasional saat ini masih kurang bisa dibanggakan sehingga seorang terpidana bisa dengan gampangnya keluar masuk ke tanah air tanpa ada koordinasi yang jelas antar lembaga.

“Sistem jaringan komunikasi maupun sistem informasi teknologi yang kita bangga banggakan selama ini, yang sudah menghabiskan anggaran negara yang cukup banyak, ternyata tidak/belum membawa manfaat dengan adanya peristiwa hukum yang kini dialami dengan adanya kasus Djoko Tjandra,” kata Rahmat, Jumat (3/7/2020).

Politikus Gerindra ini menilai, lemahnya kinerja lembaga penegak hukum kemungkinan menjadi sorotan Presiden Jokowi selain masalah dibidang lain. Dan hal ini seyogyanya dapat dijadikan bahan introspeksi bagi semua Kementerian/Lembaga dibawah koordinasi Kemenkopolhukam untuk dapat bekerja efektif dan efisien.

“Dan saya juga akhirnya menyadari kenapa akhir-akhir ini, dimasa memasuki kekuasaan kedua Jokowi langsung marah-marah kepada para menterinya. Mudah mudahan kedepan kejadian ini tidak ada lagi peristiwa seperti terjadi dalam kasus Djoko Tjandra dan Harun Masiku,” ujarnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Hendrik JS

Previous articleTNI Kehilangan Prajurit Terbaik pada Misi PBB
Next articleProduk Perikanan Laris Manis saat Pandemi, KKP Minta Produsen Jaga Kualitas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here