Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, memastikan penerapan harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM) pada Mei masih sama dengan bulan April 2020 di tengah penurunan harga minyak dunia. Ia beralasan, karena harga minyak dunia dan kurs yang belum stabil.
“Jadi, pemerintah masih menjaga harga tetap karena harga minyak dunia dan kurs masih tidak stabil serta dapat turun. Menyikapi kondisi ini, beberapa badan usaha melakukan aksi korporasi seperti pemberian diskon dan antara lain berikan diskon dan pikirkan juga para nelayan yang gunakan Solar dan LPG di daerah yang memang kesulitan biaya kerjanya,” tutur Arifin, saat rapat kerja virtual bersama Komisi VII DPR, Senin (4/5/2020).
Arifin melanjutkan, pihaknya pun terus memantau perkembangan harga minyak dunia yang belum stabil atau memiliki volatilitas yang cukup tinggi.
Di sisi lain, Arifin menuturkan, harga bahan bakar minyak umum di Tanah Air sudah turun dua kali pada tahun ini. Sehingga, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah mempertahankan harga BBM di tengah anjloknya harga minyak belakangan ini.
“Harga Jenis BBM Umum (JBU) telah mengalami penurunan sebanyak 2 kali di tahun 2020 pada bulan Januari dan Februari, dengan tingkat penurunan yang cukup signifikan,” katanya.
Pada Januari 2020, Arifin bilang, penurunan harga berkisar Rp 300 – Rp 1.750 per liter. Penurunan itu terjadi pada produk bensi RON 92, RON 95, RON 98, serta Solar CN 48 dan CN 51. Penurunan juga terjadi pada Februari dengan nilai kisaran Rp 50 – Rp 300 per liter. Kala itu, koreksi harga terjadi hanya untuk bensin RON 92, RON 95, dan RON 98.
“Pada Februari dilakukan penurunan karena sudah ada indikasi indeks gasoline yang bergerak turun,” kata Arifin.
Di samping itu, Arifin mengklaim, harga BBM di Indonesia masih termasuk salah satu yang termurah dibanding dengan beberapa negara di ASEAN.
“Harga BBM di Indonesia merupakan salah satu yang termurah di antara negara-negara ASEAN dan beberapa negara di dunia,” pungkasnya.
Penulis: Riana
Editor: Luki H




























