Pasokan Bawang Merah Nasional Aman Hingga Lebaran

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto bersama jajaranya pantau pasokan bawang dilapangan.

Jakarta, PONTAS.ID – Di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Kementerian Pertanian (Kementan) tetap bekerja dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelancaran urusan perut 267 juta rakyat Indonesia.

Pasalnya terdapat 11 (sebelas) komoditas pertanian strategis yang notabene turut menyumbang inflasi apabila pasokan dan harganya tidak dikendalikan. Tak terkecuali komoditas bawang merah yang dikhawatirkan semakin ‘pedas’ menjelang lebaran.

“PSBB atau apapun namanya, saya berharap untuk kebutuhan pokok jangan ada isolasi daerah. Karena ini bagian dari kebutuhan rakyat sehari-hari, pasokannya tidak boleh terganggu oleh keadaan yang ada. Dari neraca ketersediaan yang kita miliki, kita yakin mampu melewati masa kritis yang ada,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Kebijakannya tersebut disebutnya sesuai dengan arahan Presiden Jokowi. Yakni terkait kewaspadaan ketahanan pangan nasional selama pandemi Covid-19 yang diprediksi hingga Agustus 2020. “Biar rakyat berjuang melawan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, kita (Kementan) tidak boleh tidur nyenyak untuk pastikan urusan perut 267 rakyat Indonesia selesai,” tegasnya.

Pun yang dilakukan Direkorat Hortikultura Kementan. Mereka terus menjaga dan memonitoring kondisi stok maupun distribusi komoditas hortikultura.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan, salah satu yang dilakukan timnya adalah turun memantau ketersediaan bawang merah. Lokasi yang menjadi bidikan adalah kawasan sentra utama produksi bawang merah Pantai Utara Jawa terutama Brebes, Demak dan Pati.

Dari hasil analisis data dan pantauan langsung di lapangan, ketersediaan bawang merah hingga pasca lebaran tahun ini terbilang aman dan mencukupi.

“Dari data monitoring Early Warning System (EWS) yang kami susun setiap awal bulan, produksi bawang merah bulan Mei hingga Agustus masih mampu menutup kebutuhan secara nasional. Bahkan diperkirakan terdapat surplus. Kami buktikan di lapangan kenyataan saat ini sentra-sentra bawang merah masih eksis berproduksi seperti di Pantura Jawa Tengah, mulai dari Brebes hingga Pati,” ungkap dia melalui keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2020).

Data Ditjen Hortikultura merilis perkiraan produksi bawang merah bulan Mei 2020 sebanyak 120.373 ton dengan kebutuhan 119.080 ton, sehingga terdapat surplus 1.293 ton. Pada bulan Juni produksi sebanyak 135.060 ton, sementara kebutuhan diperkirakan 112.198 ton sehingga masih ada surplus 22.372 ton.

“Bulan Agustus produksi diperkirakan 149.461 ton dengan kebutuhan 124.208 ton sehingga surplus 25.253 ton,” kata Anton-sapaannya.

Anton yakin stok bawang merah beberapa bulan kedepan aman terkendali karena bawang merah dapat disimpan selama dua bulan. Dia mengimbau jangan ada pihak yang menahan stoknya demi meraih keuntungan sesaat.

“Kami sudah cek dan konfirmasi kondisi eksisting di lapangan secara langsung dan kami yakin ketersediaanya aman,” tambah Anton.

Senada, Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Sukarman menegaskan bahwa pasokan bawang merah memang aman bahkan hingga pasca lebaran tahun ini.

“Bawang merah menjelang lebaran saya kira tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Panen terus berlangsung di berbagai wilayah sentra seperti Brebes, Bima, Nganjuk, Solok, Enrekang dan lainnya. Bahkan kami sudah cek sendiri kondisi lapangan seperti saat ini di Brebes, Demak dan Pati produksinya siap menjaga ketersediaan pasokan menjelang lebaran, bahkan sampai pasca lebaran” ungkapnya.

Karman memaparkan, untuk surplus produksi di bulan Mei memang sekitar 1.200-an ton. Ini terjadi karena ada sedikit pergeseran jadwal musim tanam tahun ini. “Tapi secara nasional masih aman,” ungkap Sukarman.

Pihaknya menghimbau agar stake holders terkait terus intensif menjaga pasokan, termasuk menjaga kelancaran distribusinya. Karman mengatakan jika direktoratnya sudah petakan mana-mana wilayah yang surplus produksi.

“Kalau misalnya terjadi kurang pasokan di Jabodetabek, sentra-sentra produksi tersebut yang akan digerakkan untuk meningkatkan suplainya. Kami juga sudah mendata para petani champion bawang merah yang siap bekerjasama untuk menstabilkan pasokan dan harga,” kata Sukarman.

Soal distribusi, dirinya optimis tidak terlalu terganggu meski saat ini sedang mengalami wabah covid-19. “Kami bantu petani dengan skema subsidi ongkos kirim, agar distribusi lebih lancar,” imbuhnya.

Penulis: Hartono

Editor: idul HM

Previous articleBantu PMI, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan Donor Darah
Next articleKonstruksi Ditunda, Pembangunan Infrastruktur Diprioritaskan 2021