Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) berupaya mempersiapkan industri pariwisata agar tetap optimistis dan bersiap menghadapi proyeksi lonjakan kinerja pada 2021.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio, meyakini akan ada lonjakan wisatawan paska berakhirnya pandemi Corona di dunia.
“Presiden mengarahkan bahwa kita akan melakukan program perlindungan sosial bagi para pelaku wisata dan Kemparekraf merealokasi anggaran Rp 500 miliar selama masa pandemi Corona ini. Namun, potensi wisata Indonesia melalui industri pariwisata akan dikembangkan terus. Kita meyakini usai pandemi ini kita akan banyak kedatangan wisatawan karena mereka mungkin jenuh saat adanya kasus Corona,” ungkap Wishnutama, dalam keterangan resminya, Sabtu (18/4/2020).
Kemparekraf akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara intensif sebagai salah satu upaya untuk dapat memberikan berbagai bantuan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Realokasi kita juga akan melakukan berbagai macam program yang sifatnya padat karya. Ini akan dilakukan pengkajian lebih lanjut dengan kementerian-kementerian terkait, termasuk stimulus ekonomi untuk industri pariwisata agar pelaku ekonomi kreatif ini agar bisa bertahan melalui situasi yang saat ini terjadi,” tuturnya.
Untuk itu saat ini Kemparekraf berupaya menyiapkan destinasi yang sesuai dengan kondisi “new normal” pasca-Covid-19 sesuai prinsip hygiene dan sanitisasi yang prima, menawarkan pengalaman lokal yang unik, hingga manajemen pengunjung yang baik sehingga tidak terjadi penumpukan (over crowded).
“Saat ini saya minta pada semua pelaku industri pariwisata untuk berbenah dan semakin agresif dalam menerapkan prinsip pembangunan pariwisata yang berkelanjutan (resilience, sustainable, dan responsible). Karena setelah pandemi ini berakhir kita yakin akan menerima kunjungan wisatawan yang banyak,” pungkasnya.
Penulis: Riana
Editor: Stevanny



























