Jakarta, PONTAS.ID – PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) membantah ada karyawan maupun mantan karyawannya terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Bantahan ini disampaikan RAPP merespon viralnya di media sosial informasi berikut:
“RAPP gempar sekarang.. JT mantan manager di RAPP dan istrinya BRT pergi Jakarta nengok Pendeta yg sakit sekalian anak anaknya… Pendetanya sakit dan meninggal karena COVID 19”
serta informasi
“17 Maret, RAPP lockdown, semua karyawan DILARANG PERGI KE PEKANBARU”
“Pasien Covid-19 yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Pelalawan seperti yang diumumkan oleh Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Pelalawan beberapa hari lalu yakni RBT dan JG. Bukan JT,” ungkap Communication Manager, PT Riau Andalan Pulp and Paper, Budhi Firmansyah melalui keterangan resminya yang dikonfirmasi PONTAS.id dari Jakarta, Senin (6/4/2020).
RBT dan JG adalah pasangan suami istri yang bertempat tinggal (domisili) di salah satu komplek perumahan umum di Pangkalan Kerinci dan JG setelah ditelusuri kata Budhi bukanlah mantan manejer atau Karyawan RAPP.
Dijelaskan Budhi, RBT dan JG sehari-hari berinteraksi dan kontak langsung dengan warga sekitar rumah, dan warga masyarakat lainnya dengan berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan termasuk karyawan RAPP seperti layaknya warga masyarakat umum yang hidup bersosialisasi dan bermasyarakat.
“Terkait status RBT dan JG sebagai pasien terkonfirmasi positif maka Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Pelalawan telah melakukan tracing orang-orang yang pernah berinteraksi dan kontak langsung dengan Pasien. RAPP juga telah melakukan tracing terhadap Karyawan dan Keluarga yang pernah berinteraksi dan kontak langsung dengan pasien,” tegasnya.
Selain itu, untuk menjalankan protokol yang ada, perusahaan kata Budhi juga telah melakukan Rapid Test (tes cepat) terhadap hasil tracing yang pernah kontak langsung dengan pasien. “Berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Test menyatakan semua yang diperiksa negatif dari Covid-19. Namun tetap harus menjalani karantina atau observasi selama 14 hari,” paparnya lagi.
Beroperasi Normal
Terkait informasi lock down juga dibantah Budhi, “Tidak benar RAPP melakukan Lock Down seperti yang disebutkan. Hingga saat ini Perusahaan tetap beroperasi, karyawan dan kontraktor masih menjalankan aktifitasnya,” ujar Budhi melanjutkan.
Ditambahkan Budhi, RAPP sendiri sejak Januari lalu dalam menghadapi dan waspada akan merebaknya wabah virus corona telah membentuk Task Force (Satuan Tugas) dan menyusun protokol internal dan melakukan langkah-langkah perlindungan dari Covid-19. RAPP juga menyiapkan perlengkapan pendukung seperti thermal scanner, thermometer, APD dan yang lainnya.
“Kami mengimbau kepada semua pihak untuk berhati-hati dalam menyampaikan informasi yang belum tentu kebenarannya dan bisa berdampak hukum,” tutupnya.
Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Riana Agustian




























