Hadapi Covid-19, Bupati Sergai Pastikan Stok Beras Cukup

Bupati Sergai, Soekirman

Sergai,PONTAS.ID – Merebaknya virus Covid-19 diseluruh wilayah di Indonesia berdampak kepada kebutuhan hidup terutama pangan, disebabkan masyarakat diminta mengurangi aktifitas diluar rumah dan bekerja dari rumah. Hal ini juga jadi tugas pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pokok yang cukup dan harga yang terkendali.

Menyikapi masalah pangan terutama beras yang menjadi salah satu kebutuhan paling pokok, Bupati Sergai Soekirman melalui perpesanan whatsApp, Jumat (3/4/2020) pagi mengatakan, untuk masalah beras di Sergai ini cukup, sebab stok Padi diperkirakan cukup hingga panen mendatang dari panen mandiri yang lalu,

“Jadi masyarakat tidak usah khawatir ketiadaan beras nantinya,” kata Soekirman.

Kemarin kita juga ikut video conference dengan Kapolri, lanjut Bupati terkait dengan himbauan Kapolri agar Polisi lebih humanis dan tidak menutup warung dan pedagang makanan, asal mampu menjaga jarak ( Socisl distance). Sebab, masyarakat juga harus punya usaha, guna menghidupi keluarganya tapi harus diingat denga aturan yang dike luarkan oleh pemerintah,guna mencegah melebarnya virus Corona ini ketengah warga,” kata Soekirman.

Hal senada juga dikatakan oleh Junaidi yang akrab disapa Bang Asun (60), salah satu Pengusaha Kilang Padi di Sei Rampah. Ditemui di rumahnya dikota Sei Rampah, mantan Ketua Perhimpunan Pengusaha Kilang Padi ( Perpadi) Sergai ,Jum’at (3/4/2020) mengatakan, jumlah Kilang Padi di Sergai dan Tebingtinggi sekitar 60 unit ( 55 unit di Sergai dan 5 di Tebingtinggi), klasifikasinya menengah ke atas. Pastinya,pengusaha Kilang Padi itu sudah menyediakan stok Padi puluhan ton,kalau prakiraan pak Bupati Soekirman Stok Pangan cukup ya betul itu”, kata Asun.

Yang kita khawatirkan sekarang ini,imbuh Asun kemudian yakni,selama ini pasokan padi dari Aceh masuk ke Sumatera Utara guna menambah kebu tuhan padi,dan memang harganya cukup murah dibandingkan harga padi disini.
“Sekarang ini pasokan padi dari Aceh di stop,sementara permintaan beras dari Provinsi Riau dan Sumatera Barat (Padang) untuk sementara belum ada indikasi kenaikan,kecuali nanti di bulan puasa. Harga Padi kering biasanya Rp 5.700/kg,saat ini mengalami kenaikan Rp 300 – Rp 400 per kgnya,,menjadi Rp 6000,_- Rp 6100,- per kg,jelasnya.

” Kenaikan harga padi kering ini diduga akibat tidak masuknya padi dari Aceh,dan petani yang menyimpan padi nya tentu ingin juga mengambil untung. Kalau soal kenapa kita tidak mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) dari peme rintah,jelas kalau diikuti kita tidak dapat membeli padi dari masyarakat. Mereka pastinya,akan menjual padinya kepada yang membeli dengan harga tinggi,ini lah susahnya dilapangan”,kata mantan Ketua Perpadi Sergai itu menutup pembicaraan.
Penulis: Andy ebiet
Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here