Jakarta, PONTAS.ID – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri, mendesak pemerintah agar menunda berbagai proyek pembangunan di Indonesia, salah satunya proyek pembangunan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur, sebagai upaya meredam virus Corona (Covid-19).
“Umumkanlah, bukan hanya perjalanan dinas saja dipotong tapi proyek pembangunan Ibu Kota baru hentikan dulu. Next lah, karena (ini) bukan uang saja, tapi perhatian. Proyek Ibu Kota dihentikan dulu lah. Next atau jedah 5 years (tahun),” tutur Faisal, di Jakarta, Sabtu (28/3/2020).
Faisal beranggapan, jika penyebaran virus semakin luas maka menurutnya pemerintah akan keteteran. Pasalnya tenaga medis di Indonesia jumlahnya masih kurang.
“Dokter kita terbatas hanya 0,4 per seribu penduduk. Kalau wabahnya semakin tak terkendali, dokter kita akan keteteran dan jadi rentan menjadi korban juga dari virus, untuk itu raining secepat mungkin bagaimana menghadapi kondisi darurat seperti ini,” tuntasnya.
Sebagaimana diketahui, per Sabtu (28/3/2020) sore, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat total positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.155 kasus.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menuturkan, selama 27 Maret 2020 sampai 28 Maret 2020 pukul 12.00 WIB, tercatat kasus positif Covid-19 bertambah 109 kasus.
“Pasien yang sembuh bertambah 13 kasus, sementara yang meninggal bertambah 15 kasus. Sementara itu kematian selama periode yang sama bertambah 15 jiwa sehingga yang meninggal jadi 102 jiwa,” tuturnya dalam konferensi pers di Graha BNPB di Jakarta, Sabtu (28/3/2020).
Penulis: Riana
Editor: Luki H




























