DPR Minta Pemerintah Pusat dan Daerah Duduk Bersama Tangani Banjir di Jakarta

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota DPR Fraksi PPP Abdul Muhammad Aras mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menginstruksikan 9 poin arahan terkait penanganan banjir.

“Kami mengapresiasi langkah Gubernur Anies Baswedan yang gigih dalam mengatasi banjir di Jakarta, terutama dalam proses membantu penanganan banjir di Jakarta. Terutama dengan dikeluarkannya 9 poin arahan gubernur,” katanya di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Menurutnya, Jakarta adalah Ibu Kota, agar Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat bisa duduk bersama, melakukan penelitian, mendatangkan ahli untuk bisa menangani banjir di Ibu Kota dan mencegahnya di kemudian hari.

Namun demikian, Aras menilai dalam beberapa tahun terakhir, Pemprov DKI Jakarta terihat kurang serius dalam proses pencegahan banjir yang tiap tahun terjadi di Ibu Kota Jakarta.

Apalagi, jika mau serius, rentan waktu dari sekitar bulan April hingga Agustus itu sudah cukup untuk mempersiapkan Jakarta tidak banjir saat musim hujan datang.

“Kita lihat saat ini, selain menggenangi permukiman warga, banjir juga menggenangi jalanan vital, beberapa underpass, dan juga jalan tol. Ini tentu dikarenakan ada yang salah dengan sistem drainase Ibu Kota. Bagaimana dengan normalisasi dan naturalisasi sungai-sungai/saluran-saluran air?,” ujar Anggota Komisi V DPR ini.

Lebih lanjut Aras menilai, banjir yang terjadi saat ini kan disebabkan oleh hujan, artinya banjir lokal bukan banjir kiriman.

“Seharusnya, banjir seperti ini sangat bisa diantisipasi dengan sistem pencegahan banjir yang baik,” tegasnya.

Sebelumnya, Banjir yang menerjang Jakarta, Selasa (25/2/2020) benar-benar membuat rutinitas dan perekonomian di Jakarta menjadi terganggu.

Layanan transportasi massal juga kena imbas, mulai dari Transjakarta hingga layanan KRL Commuter Line.

Menyiasati banjir kali ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sejumlah arahan kepada seluruh jajarannya.

Dia meminta jajaran turun langsung membantu masyarakat yang terdampak banjir.

“Kembali saya instruksikan agar seluruh jajaran turun tangan membantu penanganan banjir, hadir membantu masyarakat,” kata Anies dalam keterangan resminya, Selasa (25/2/2020).

Berikut 9 poin yang menjadi arahan Anies kepada jajarannya.

Pastikan warga dan publik mendapat update informasi yang valid secara terus-menerus.

Siapkan evakuasi warga terdampak. Pastikan tempat-tempat pengungsian segera siap. Kantor-kantor milik pemprov segera disiapkan sebagai tempat pengungsian.

Siapkan dapur umum, pos kesehatan, tenaga kesehatan, obat-obatan makanan siap saji, air minum, alas tidur, toilet umum, dan segala kebutuhan lainnya.

Pastikan keamanan warga di tempat tinggal dan di jalanan. Amankan warga dari bahaya listrik, pohon tumbang, dan lain-lain.

Bantu kelancaran lalu lintas, bantu mobilitas warga di jalan dan amankan transportasi publik.

Jangan posting foto seremonial atau kegiatan kurang penting lainnya, gunakan grup-grup hanya untuk komunikasi penting dan mendesak Khusus hari ini: tunda pertemuan/rapat yang tak mendesak.

Seluruh jajaran agar turun membantu penanganan banjir. Koordinasi dengan wali kota/wilayah terdampak
Wali kota pimpin dan koordinasi seluruh kegiatan di lapangan dengan semua jajaran di wilayahnya.

Arahkan jajaran wilayah tak terdampak untuk membantu wilayah terdampak
Seperti biasa, tetap pastikan keamanan, keselamatan dan kesehatan Ibu/Bapak semua dalam bekerja membantu warga.

Seperti diketahui, hujan yang turun sejak Senin (24/2/2020) hingga Selasa (25/2/2020) pagi, membuat sejumlah wilayah terendam banjir.

Tak hanya masyarakat Jakarta yang tergenang banjir, kantor kerja Presiden Jokowi, termasuk Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta Pusat ternyata ikut kena dampak.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Stevany

Previous articleKorban Meninggal COVID-19 di Tiongkok Capai 2.663 Orang
Next articleDorong EBT, PLN Lakukan Uji Coba Metode Co-Firing PLTU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here