Jakarta, PONTAS.ID – Syahrial Nasution (53), diduga pria stres karena ditinggalkan istri, warga Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, ditemukan warga sekitar dalam keadaan tewas didalam parit dengan kondisi mengenaskan Jumat (31/1-2020) pagi sekitar Jam 02.00 wib.
Jasad korban ditemukan didalam parit dalam keadaan badan dan kaki terlepas setelah ditabrak kereta api dekat lintasan rel kereta api Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.
Informasi yang didapat wartawan dari warga sekitar yang melihat kejadian. Sebelum kejadian,.korban pada malam itu sempat mondar mandir berjalan di areal perlintasan rel kereta api. Diduga karena kelelahan, korban tertidur di perlintasan kereta api tersebut.
Kemudian, tanpa disadari karena korban tertidur pulas, melintaslah kereta api dari Medan- Tebing Tinggi dan langsung melindas korban.
Akibatnya, tubuh korban terpental masuk kedalam parit, sementar kedua kakinya terpisah sejauh 10 meter dari tubuh korban, kata warga yang tak mau disebutkan namanya.
Mendapat laporan, pihak kepolisian segera kelokasi guna melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban ke RSU DR Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi.
Irawan Nasution (46), adik korban pada wartawan dilokasi mengatakan bahwa, korban Syahril Nasution adalah abang kandungnya. ” Abangku stres setelah berpisah selama 5 tahun dengan istrinya. Kerjanya setaip hari selalu mangkal di kedai kopi dan jarang pulang kerumah “, kata Irawan.
Terpisah KSPKT piket A Polres Tebingtinggi Aiptu Terlaksana Sembiring pada wartawan membenarkan adanya korban tewas ditabrak kereta api.
Kini korban sudah kita bawah ke rumah sakit Kumpulan Pane Tebingtinggi untuk divisum. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban ada mengalami gangguan jiwa setelah berpisah dengan istrinya, tutup Sembiring. (dav).



























