Majelis Taklim Wajib Terdaftar, PKS: Pemerintah Terjebak Masa Lalu

M Sohibul Iman dan Haedar Nashir
M Sohibul Iman dan Haedar Nashir

Jakarta, PONTAS.ID – Silaturahim kebangsaan antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PP Muhammadiyah, satu diantaranya membahas soal isu keumatan seperti intervensi pemerintah terhadap majelis taklim.

“Tadi menjadi pembicaraan juga bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah hari ini, ada sebuah kebijakan yang terlalu berlebihan. Ini mengingatkan kita pada dulu zaman orde baru fenomenanya seperti itu,” kata Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Sohibul menjelaskan bahwa Muhammadiyah dan PKS ingin Indonesia saat ini tidak menjadi bangsa yang terus terjebak pada yang namanya reinventing the wheel.

“Bolak-balik apa yang dulu pernah kita lakukan kesalahan, masa balik lagi ke situ. Apa yang diputuskan pemerintah hari ini, kami kritisi karena itu menjadi sesuatu yang tidak proporsional. Terlalu mengintervensi kepada aktivitas-aktivitas sosial keagamaan masyarakat. Kami berharap pemerintah melihat kembali ke masalah ini,” terang eks rektor Universitas Paramadina itu.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Idul HM

Previous articleResesi Makin Dekat dengan Munculnya Berbagai Gejala
Next articleDirut Ari Ashkara Dipecat, Asosiasi Pilot Garuda: Karyawan Bekerja Seperti Biasa