Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) resmi membuka Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN) dan Ekspo Agro Inovasi IPB 2019. Event ini secara konsisten turut mendorong dan meningkatkan daya saing komoditas hortikultura.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto menyinggung ihwal meningkatnya produksi komoditas hortikultura. Hal tersebut merupakan buah dari kerja keras semua pihak.
Dia berpesan agar seluruh produksi hortikultura, harus betul-betul memperhatikan aspek kualitas, kuantitas dan kontinuitas serta mampu berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.
“Saya minta hortikultura ke depan harus lebih maju, lebih mandiri dan lebih modern,” jelas dia.
Prihasto menegaskan kalau pengembangan usaha hortikultura harus dilakukan dengan pendekatan industri terpadu hulu hingga hilir. Melalui pendekatan ini, dia berharap daya saing komoditas hortikultura terus meningkat.
“Kita akan terus dorong penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP). Caranya lewat pemberdayaan kelembagaan petani, penguatan kemitraan usaha yang saling menguntungkan, dan dikelola secara terintegrasi sehingga diharapkan mampu menghasilkan produk hortikultura yang berdaya saing,” beber alumnus Universitas Brawijaya itu.
Dalam percaturan perdagangan dunia, ekspor – impor merupakan kelaziman. Sebagai negara tropis terbesar di Asia Tenggara, Indonesia harus tampil lebih dominan dalam penyediaan bahan pangan dunia.
“Untuk itu, saya menekankan kepada segenap jajaran Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan seluruh pihak terkait untuk melipatgandakan capaian ekspor komoditas pertanian,” kata Prihasto.
Pemerintah, lanjut Prihasto, akan memberikan karpet merah kepada siapa saja. Termasuk pelaku usaha yang melakukan ekspor untuk meringankan beban defisit neraca perdagangan nasional.
“Terkait impor pangan, saya berpendapat itu bukanlah hal yang tabu, tapi menjadi sesuatu yang tidak kita pilih selama di dalam negeri kita masih sanggup memproduksi dan memenuhinya,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Bogor, Ade Yasin dan Rektor IPB University, Arief Satria.
Penulis: Hartono
Editor: Idul HM




























