Gelar Energy Forum, Bos Pertamina Ingatkan Soal Krisis Energi

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati

Jakarta, PONTAS.ID – Pertamina kembali menggelar forum energi terbesar di Indonesia yang ke-6 dalam ajang Pertamina Energi Forum (PEF) 2019. Ajang diskusi energi ini dimulai pada hari ini, Selasa (26/11/2019) hingga Rabu (27/11/2019) dengan mengetengahkan isu terkini mengenai perkembangan tren di dunia energi dengan tema “Driving Factors: What will Shape the Future of Energy Business”.

“Pertamina Energy Forum tahun ini membahas faktor apa saja yang akan berpengaruh pada industri masa depan. Kami berharap dari diskusi nanti akan ada masukan yang bermanfaat bagi pengembangan sektor energi,” papar Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Nicke pun mengungkapkan tiga tantangan yang dihadapi sektor energi saat ini. Tantangan pertama, kata dia, adalah resource crisity atau krisis sumber daya energi. Nicke bilang, krisis sumber daya ini disebabkan eksploitasi besar-besaran yang mana untuk memenuhi kebutuhan industrialisasi.

“Dari abad 18 kita melakukan revolusi industri yang eksploitasi penggunaan seluruh sumber daya alam menjadi industrialisasi yang besar-besaran, sehingga seluruh sumber daya tereksploitasi yang akhirnya terjadi keterbatasan sumber daya,” ujar Nicke.

Maka dari itu, ntuk menghadapi tantangan tersebut, lanjut Nicke, dibutuhkan solusi salah satunya melalui pendekatan teknologi.

“Ini yang kemudian harus kita carikan solusinya yaitu dengan teknologi dan dengan upaya-upaya lain yang harus kita lakukan, bagaimana supaya ke depan kebutuhan energi dapat kita penuhi, belum lagi kemudian kita harus consider masalah perubahan dari demand itu sendiri,” terangnya.

Kemudian, Nicke juga menyampaikan upaya-upaya Pertamina untuk menurunkan impor gas elpiji (LPG). Salah satu upayanya, jelas dia, Pertamina mulai melakukan coal gasificiation, yakni mengubah batu bara menjadi DMA untuk mensubstitusi LPG

Tak hanya itu, sambung dia, bersama dengan para mitranya juga mulai melakukan pengembangan biorefinery, yaitu pemrosesan kelapa sawit menjadi biodiesel.

“Pertamina juga sudah siap mengimplementasikan B30, yang sudah dimulai sejak 21 November lalu. Ini akan berkontribusi besar dalam menurunkan impor LPG dan meningkatkan pendapatan negara dari pajak maupun nonpajak,” tuturnya.

Sebagai informasi, PEF 2019 merupakan bagian dari kegiatan Hari Ulang Tahun Pertamina ke-62, pada Desember 2019 mendatang. Seminar internasional di sektor energi ini, akan dihadiri lebih dari 1.000 orang, baik dari pengambil kebijakan di bidang energi, perwakilan pejabat pemerintahan, dan pengamat serta ahli energi.

Pada gelaran tahunan ini yang akan berlangsung selama 2 hari ini, Pertamina juga akan menghadirkan narasumber yang kompeten, baik dari kalangan akademisi dan pelaku industri energi maupun sektor terkait yang berskala nasional, regional dan global.

Penulis: Ririe

Editor: Riana

 

Previous articleHadiri PEF 2019, Debut Ahok Jadi Komut Pertamina
Next articlePulihkan Ekonomi Palu,  PUPR Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jalan