Jurus PLN Kebut Rasio Elektrifikasi 100 Persen di 2020

Sripeni Inten Cahyani

Jakarta, PONTAS.ID – Plt Direktur Utama PT PLN (Persero), Sripeni Inten Cahyani, mengungkapkan, pihaknya bersama Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mencari cara untuk melistriki wilayah terpencil yang sulit diakses.

Tujuannya, untuk mengejar target pemerataan kelistrikan (rasio elektrifikasi) 100 persen pada 2020, dengan mengoptimalkan pengoperasian pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Sripeni bilang, beberapa pilihan solusi untuk mengejar pemerataan kelistrikan, yaitu membuat sistem kelistrikan komunal dengan tenaga EBT sistem off-grid.

“Pembangkit EBT komunal menjadi salah satu strategi di tengah berakhirnya program lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) pada tahun ini. Ini akan menyelesaikan masalah wilayah yang susah diakses, termasuk untuk distribusi listrik,” tutur Sripeni, di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Ia melanjutkan, PLN telah berhasil menerapkan pemasangan pembangkit EBT komunal di Nusa Tenggara Timur sebanyak lima unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Dengan komunal kecil-kecil yang kayak kita di NTT, apakah itu PLTS, biomassa dan PLTMH,” tandasnya.

Dikatakannya, kelima PLTS tersebut akan memfasilitasi kebutuhan listrik untuk 1.114 pelanggan baru dan meningkatkan porsi EBT di NTT menjadi sebesar 13,91%.

Penulis: Ririe

Editor: Luki H

Previous articleDPR dan Kementan Sepakat Subsidi Pertanian
Next article2020, ESDM Patok Harga DMO Batu Bara di USD 70 per Ton