Penjualan Meningkat, Laba Antam Turun 11 Persen

Jakarta, PONTAS.IDPT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat pencapaian kinerja keuangan yang positif. Pencapaian ini didapat selama periode sembilan bulan pertama di 2019.

Melalui surat keterbukaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/10/2019), Antam mencatat capaian laba bersih sebesar Rp561 miliar atau turun 11% dibandingkan capaian yang sama pada periode sebelumnya sebesar Rp641,12 miliar.

Selain itu, capaian Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EITDA) juga naik sebesar 5% menjadi Rp227 triliun pada tahun ini.

Sementara, nilai penjualan bersih Antam pada tahun ini tercatat mencapai Rp24,53 tiriliun. Angka tersebut mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 23% diandingkan tahun lalu yang berada di level Rp19,95 triliun.

Sampai dengan periode September 2019, harga penutupan saham Antam yang ditransaksikan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp975 per saham. Angka tersebut telah tumbuh 15% dibandingkan harga penutupan pada bulan September 2018, yaitu sebesar Rp845 per saham.

“Komoditas emas merupakan komponen terbesar pendapatan perseroan, berkontribusi sebesar Rp 17,03 triliun atau 69% dari total penjualan bersih September 2019,” ungkap manajemen Antam dalam keterangan resmi, Senin (28/10/2019).

Diketahui, kinerja saham Antam sepanjang periode Januari-September 2019 bernilai positif. Hal itu terlihat dari rata-rata volume perdagangan saham harian yang mencapai 107,62 juta saham. Angka tersebut meningkat 36% dibandingkan tahun sebelumnya.

Tercatat pada akhir September 2019, jumlah investor yang menginvestasikan sahamnya di Antam mencapai 49.903 investor.

“Rata-rata nilai nilai transaksi harian pada kuartal III-2019 sebesar Rp 102,95 milair, tumbuh 52% dibandingkan kuartal III-2018 sebesar Rp 67,84 miliar,” tandas manajemen Antam.

Sepanjang September 2019 juga, Antam telah mengucurkan dana kegiatan eksplorasi sebesar Rp 14,68 miliar. Kegiatan tersebut difokuskan untuk komoditas emas, nikel, dan bauksit. Perseroan menyebutkan, dana digunakan untuk kegiatan eksplorasi emas Antam di Pongkor, Cibaliung, Pegunungan Bintang, dan tinjauan ke beberapa daera prospek.

Penulis: Riana

Editor: Stevanny

Previous articleProyek Fiktif Waskita, Hari Ini KPK Periksa Bos Jasa Marga
Next articleDiduga Korsleting Listrik, Eks Gedung RSU Herna Nyaris Terbakar