Sergai, PONTAS. ID – Pemkab Sergai peringati Hari Lingkungan dan Bumi dengan melakukan tabur benih ikan Nila ratusan ribu ekor, dan penanaman pohon di Bantaran Sungai Bedagai di Sei Rampah, Kamis (24/10/2019).
Tema “Biru Langitku, Hijau Bumiku” bergaung dibantaran Sungai Bedagai, yang membelah ibukota Tanah Bertuah Negeri Beradat.
Dihadiri Bupati Soekirman, Wabup Darma Wijaya,unsur Forkopimda Sergai, Ketua GOPTKI, Ny. Hj. Rosmaida, Jajaran Kepala OPD, General Manager PT Aquafarm Nusantara, Juan Carlos dan Staf, Manager PT Socfindo Kebun Matapao dan Bangun Bandar, Pasukan GERAPPAH dari Sekolah SD/SMP dan perwakilan Guru dan murid SD/SMP se Sergai.
Bupati Soekirman mengajak bersyukur tidak ada lagi perbedaan warna,karena dilantik nya Menteri dalam Kabinet Presiden Joko Widodo – Ma’ruf Amin, baru-baru ini.
“Sekarang saja ditingkat Pusat tidak ada nomor 1 atau 2, baik warna lainnya juga sekarang satu dalam warna Merah Putih. Nah, kenapa kita disini membuat perbedaan dan mari kita membangun kabupaten ini agar lebih sejahtera. Selama ini banyak kegiatan yang dilakukan oleh Bupati/Wabup kepada seluruh OPD hingga tahun 2018 kita mendapat nilai WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Hal ini disebabkan pengelolaan keuangan kita bagus, dan kita mendapat hadiah sebesar Rp 33 Miliar, kalau dibuat untuk jalan bisa sepanjang 10 Km,” kata Soekirman.
Terkait lingkungan hidup,lanjut Soekirman pihaknya sudah mengikuti Kongres Sungai di Cibubur, dan “pelajaran” yang saya peroleh dari Tanzania dan Korea Selatan yakni, Sergai sudah dikenal dengan sebutan PATAYA (Pariwisata, Pertanian dan Budaya).Dan sesuai hasil pertemuan di Busan (Korsel) baru-baru ini, Sumut akan menjadi tuan rumah dalam pagelaran Pariwisata.
“Bagaimana kita menjadikan wajah Sergai sebagai obyek destinasi Desa Wisata, desa pariwisata yang bisa dijual kepada wisatawan luar dan terkait sungai Bedagai, dalam hal ini Wabup Sergai yang lebih mengetahui soal lingkungan dan sampah plastik,”jelas Bupati.
Wabup Darma Wijaya menjelaskan, terkait sampah plastik pengetahuan ini diperoleh saat kunjungan Arung Jeram di Jepang bersama Ketua FAJI Sergai, Joni Walker Manik.
Pulang dari Jepang, pihaknya membuat gagasan yakni soal daur ulang sampah plastik dan ide lain juga dikembangkan oleh Bupati dan lainnya, hingga melahirkan GERAPPAH (Gerakan Pelajar Pengutip Sampah) yang dimotori oleh Dinas Pendidikan, jelas Wabup.
Problem Sungai Bedagai, lanjut Wabup cukup unik yakni, semula hampir tidak nyata tapi karena kebersamaan dan tekad dari Pak Anas dan Relawan lainnya, Sungai Bedagai yang menjadi ikon kita ini secara perlahan bisa kita jadikan obyek wisata”,imbuh Darma Wijaya.
Diakhir sambutan Bupati Soekirman, mengapresiasi kepada GM PT. Aquafarm Nusantara, Juan Carlos yang telah peduli kepada kondisi lingkungan di Sergai.
“Selain itu juga telah mengurangi jumlah pengangguran dengan mebuat lapangan kerja, semoga benih ikan yang disumbangkan PT. AN ratusan ribu ekor ini dibeberapa sungai akan membantu masyarakat Sergai”,pungkas Bupati.
Sebelumnya, Kadis Dinas Lingkungan Hidup Sergai Panisean Tambunan dalam laporan kegiatannya menyebut, jika perhelatan kegiatan ini sudah mulai meminimalisir penggunaan sampah plastik, salah satunya dengan dikuranginya pemakaian air minum mineral berkemasan. “Kita akan lakukan ini perlahan dan konsisten,” kata Panisean.
Pemberian piagam penghargaan kepada masyarakat peduli lingkungan, sampah dan sungai, tropi lomba pengetahuan lingkungan, lomba puisi SMP/sederajat, lomba pidato lingkungan tingkat SMA/sederajat, lomba daur ulang sampah tingkat SD & SMP, piagam penghargaan kepada perusahaan peduli lingkungan, piagam penghargaan kepada petugas kebersihan terbaik dan piagam kepada Geraka Pelajar Peduli Sampah (Gerappah).
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Luki Herdian


















