Jakarta, PONTAS.ID – Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini harus menunggu pembentukan Panitia Pemilihan (Panlih) usai Alat Kelengkapan DPRD DKI (AKD) diumumkan dalam sidang paripurna.
“AKD baru diumumkan tadi. Baru ketua-ketuanya doang. Wagub berarti nunggu dibentuknya Panlih. Setelah itu baru berjalan prosesnya,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi ketika dihubungi PONTAS.id, Senin (21/10/2019) malam.
Suhaimi berharap setelah terbentuknya Panlih posisi Wakil Gubernur DKI sudah terisi pada akhir tahun ini.
Dia juga mengatakan, hingga saat ini hanya ada dua nama yang secara nondefinitif terpilih menjadi calon Wakil Gubernur Ibu Kota. Kedua nama tersebut, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu yang sudah disodorkan oleh PKS kepada DPRD DKI Jakarta sejak periode lalu.
Ahmad Syaikhu diketahui saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI sekaligus Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Barat.
Sementara itu, terkait calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Muhammad Arifin menegaskan tidak pernah berencana melakukan evaluasi maupun komunikasi dengan jajaran DPRD DKI Jakarta soal pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang telah kosong selama 14 bulan.
“Dari PKS belum ada rencana baik komunikasi maupun evaluasi terhadap dua calon yang namanya telah kami sodorkan sejak lama,” kata Arifin, kepada wartawan, Jumat (19/10/2019) lalu.
Hal ini dilontarkan Arifin, menangapi rencana evaluasi pemilihan Wagub DKI Jakarta yang dilontarkan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik.
“Kemungkinan rencana itu hanya keinginan pihak Gerindra saja. Alih-alih evaluasi, kunci utama agar proses berlarut-larut ini segera selesai adalah pelaksanaan Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) DPRD untuk membahas pemilhan Wagub,” kata dia.
Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS



























