Soetta Jadi Bandara Pertama yang Punya Charger Kendaraan Listrik

Ilustrasi Mobil Listrik

Jakarta, PONTAS.ID – PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT PLN (Persero) belum lama ini menandatangani nota kesepahaman tentang Kerja Sama Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Melalui nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tersebut, nantinya bandara-bandara di bawah Angkasa Pura II akan menyediakan infrastruktur pengisian baterai mobil listrik atau dikenal dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

MoU yang dilakukan Angkasa Pura II ini merupakan bagian dari total 20 penandatangan MoU yang dilakukan PLN dengan berbagai stakeholder guna mengembangkan industri kendaraan bermotor listrik nasional.

Penandatangan MoU tersebut turut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir.

Adapun sebagai pilot project, bandara Angkasa Pura II yang pertama kali akan mengoperasikan infrastruktur SPKLU itu adalah Soekarno-Hatta.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, mengatakan ,MoU ini semakin menegaskan komitmen Angkasa Pura II dalam mendukung penggunaan dan pengembangan kendaraan listrik di Tanah Air.

“Angkasa Pura II sangat mendukung percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang juga sudah ditetapkan pemerintah melalui diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019,” katanya, dalam keterangan tertulis, Jumat (18/10/2019).

Ia menambahkan, sebagai bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia dengan jumlah penumpang setiap hari sekitar 200.000 orang dan pekerja mencapai 50.000 orang, diharapkan Soekarno-Hatta yang menjadi pilot project pada program pengembangan kendaraan listrik ini akan mampu menjadi contoh bagi bandara-bandara lain dan infrastruktur pelayanan publik lainnya.

Angkasa Pura II dan PLN juga akan membahas lebih detail terkait rencana kerja sama ini. Di Bandara Soetta saat ini juga sudah beroperasi sejumlah kendaraan listrik.

“Setelah MoU ini maka Angkasa Pura II dan PLN antara lain akan memetakan kebutuhan kendaraan bermotor listrik serta kebutuhan tempat pengisian baterai mobil listrik sesuai dengan lokasi bandara. Yang jelas, saat ini di Soekarno-Hatta sudah dioperasikan sejumlah kendaraan bermotor listrik untuk melayani penumpang serta mendukung operasional bandara,” tuturnya.

“Kami sangat yakin pembahasan berjalan lancar sehingga pembangunan infrastrukstur pengisian baterai mobil listrik segera dapat dilakukan di Soekarno-Hatta,” tambah Awaluddin.

Adapun saat ini kendaraan bermotor listrik yang sudah dioperasikan di Bandara Soekarno-Hatta adalah taksi listrik Tesla dan BYD milik Blue Bird. Kendaraan listrik lainnya di bandara terbesar di Indonesia ini adalah Skytrain, Segway, skuter listrik, baggage towing tractor, dan bus listrik untuk di dalam kawasan bandara.

Lebih lanjut, Awaluddin mengatakan, Angkasa Pura II sangat mendorong penggunaan transportasi publik seperti bus, taksi, berbasis listrik sebagai upaya menjadikan Soekarno-Hatta berkonsep eco airport.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani, mengatakan ,pembahasan detail dengan stakeholder yang melakukan penandatanganan MoU hari ini akan dilakukan maksimal dalam waktu 1 bulan.

Penyediaan infrastruktur pengisian baterai mobil listrik juga dinilai sangat penting untuk mendukung pengembangan industri secara keseluruhan.

“Jangan sampai konsumen sudah membeli mobil listrik tapi kesulitan untuk charging,” tutur Inten.

Penal: Riana

Editor: Stevanny

Previous articleAncol Kolaborasi PLN Sediakan Stasiun Pengisian Ulang Listrik
Next articleJumling, Bupati Tangerang Sambangi Masjid Hidayatul Muslimin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here