Pro Kontra KPK Disebut Menghambat Investasi

Gedung KPK Jakarta, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut keberadaan KPK bakal menghambat investasi akan masuk ke Indonesia.

Pasalnya, menurut bekas Panglima TNI ini menilai tidak adanya kepastian hukum yang ada di KPK membuat investor akan takut menanamkan saham mereka di tanah air.

Merespon hal itu, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah membantah pernyataan Kepala Staf Presiden Moeldoko yang menyebut KPK dianggap menghambat investasi.

Buktinya, kata Febri, data investasi yang dikeluar Kementerian Keuangan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

“Pernyataan itu (pernyataan Moeldoko) berbeda dengan pernyataan dari Menteri Keuangan sebelumnya yang mengatakan bahwa indeks kemudahan berbisnis justru dikatakan meningkat selama beberapa tahun ini,” kata Febri di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Ia juga membantah pernyataan Moeldoko soal keberadaan KPK yang dianggap tak memberikan kepastian hukum kepada investor. Justru, menurut Febri, dengan adanya KPK bisa memberikan kepastian hukum lewat penindakan-penindakan terhadap para pelaku korupsi.

Karena, sambung dia, korupsi selama ini justru jadi hambatan bagi investasi, dimana korupsi menimbulkan pembengkakan biaya investasi yang ditimbulkan lewat pungutan-pungutan liar yang seharusnya tak perlu.

Pertimbangkan Investasi

Sementara itu, Demo di sejumlah titik di Indonesia menolak UU KPK yang baru dan sejumlah RUU, seperti RUU KUHP digelar mahasiswa. Ada beberapa daerah di Indonesia yang menggelar demo, di antaranya di Bintan, Padang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Jombang, dan Malang.

Lalu, bagaimana dampaknya terhadap dunia usaha maupun investasi? Apakah banyaknya aktivitas demonstran tersebut mengganggu iklim di dunia usaha?

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana mengatakan, pelaku usaha akan mempertimbangkan kondisi di negara tersebut dalam berinvestasi.

“Dunia usaha ini kan rentan dengan citra sebuah negara, dan kalau citra negara kita dicap negara yang amat sangat mudah, demo itu kan mengganggu dunia investasi. Kepercayaan para investor dengan adanya demo terus-menerus, yang gampang banget melakukan demo itu kan kemudian mengganggu,” kata Danang di Jakarta.

Ia mengatakan, banyaknya aksi demonstran akan menimbulkan kekhawatiran secara meluas. Bahkan, Indonesia bisa dinilai negara yang tak kondusif untuk menjadi tujuan investasi.

Namun, menurut Danang, demo-demo ini tidak memberikan dampak terhadap aktivitas fisik di dunia usaha.

Ia berpendapat, para pendemo sebaiknya mengambil jalur formal untuk menyampaikan aspirasinya. Selain itu, menurutnya demo terhadap Revisi UU KPK sudah tak dapat dilakukan karena sudah disahkan, berbeda dengan RUU KUHP yang belum disahkan.

Kepastian Hukum

Terpisah ketika mendapat respon kencang soal dirinya menyebut keberadaan KPK menghambat investasi. Moeldoko menilai, kepastian hukum menjadi faktor penting bagi peningkatan investasi di Indonesia.

“Maksudnya Undang-Undang KPK yang baru memberikan beberapa landasan bagi kepastian hukum, termasuk bagi investor,” kata Moeldoko dalam keterangan resminya.

Sebut saja diantaranya pemberian wewenang bagi KPK untuk menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3).

Orang yang menjadi tersangka dan sudah bertahun-tahun tidak ditemukan bukti, statusnya tidak bisa dicabut. Penetapan status tersangka yang tanpa kepastian sampai kapan akan menjadi momok bagi investor untuk menanamkan modalnya. Dengan undang-undang yang baru, KPK bisa menerbitkan SP3 dan itu menjadi kepastian hukum yang bisa menjadi nilai positif bagi investasi.

Hal lain misalnya terkait keberadaan Dewan Pengawas bagi KPK. Dewan ini akan lebih membantu KPK bekerja sesuai perundangan yang berlaku termasuk dalam penyadapan. Kepastian hukum inilah yang diyakini akan membuat investasi di Indonesia akan lebih baik.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Hendrik JS

Previous articleAntisipasi Isu SARA, Kejaksaan Andalkan ‘Jaga Negeri’
Next articleBappenas: Ibu Kota Baru Kena Asap karena Arah Angin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here