Singkirkan Persitara, Aroma Mafia Pertandingan Mencuat

Ketua Umum NJ Mania, Parid

Jakarta, PONTAS.ID – Suporter Tim Persitara, NJ Mania menilai ada kejanggalan di salah satu laga terakhir Grup X delapan besar Liga 3 Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DKI Jakarta tahun 2019 di Stadion Tugu, Jakarta Utara, Minggu (22/9/2019) sore.

Karena itu, NJ Mania meminta Asprov PSSI DKI Jakarta mengusut tuntas laga tersebut dan menjatuhkan diskualifikasi bila ada tim yang terbukti melakukan pengaturan pertandingan sebelum menetapkan juara dan runner-up grup.

Ketua Umum NJ Mania, Parid mengatakan, dugaan pengaturan laga tersebut terjadi sebelum pertandingan Persitara melawan PS Pemuda Jaya berlangsung di hari yang sama. Salah satu dari tim yang berlaga dinyatakan WO lantaran pada pertandingan tersebut keduanya mengenakan seragam berwarna sama.

“Tim yang berlaga di kompetisi kelas kampung saja bawa dua kostum saat pertandingan. Ini suatu kejanggalan, apalagi tim yang di WO itu sudah tidak ada peluang,” katanya, Senin (23/9).

Menurut Parid, insiden tersebut merugikan Persitara sehingga berpotensi tidak lolos ke babak empat besar lantaran kalah selisih gol dari tim yang dinyatakan sebagai pemenang. Padahal, saat technikal meeting juga sudah ditentukan warna kostum masing-masing tim dalam menjalani setiap laga.

Karena itu, Ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Jakarta Utara khususnya dan para pecinta sebakbola seluruh Indonesia untuk bangkit menyuarakan kejanggalan ini agar tubuh PSSI benar-benar bersih dari mafia pengaturan pertandingan.

“Kita bersama manajemen sepakat menggugat pertandingan tersebut. Kalau perlu kita mengajak seluruh elemen di Jakarta Utara untuk turun bersikap,” tegasnya.

Manajer Persitara, Muhaimim mengamini adanya kejanggalan di laga pada hari terkahir penyelenggaraan delapan besar Liga 3 Asprov PSSI DKI Jakarta tahun 2019. Pihaknya dan PS Pemuda Jaya sudah melayangkan surat keberatan atas insiden pertandingan tersebut ke pihak Komisi Disiplin (Komdis) Asprov PSSI DKI Jakarta.

“Malam tadi kita sudah layangkan surat keberatan kita. Selanjutnya kita menunggu sikap dari Komdis seperti apa,” tandasnya.

Sebelumnya, pada pertandingan PS MC Utama dengan Pro Direct lantaran membawa jersey berwarna sama, MC Utama dinyatakan WO sehingga PS Pro Direct yang telah mengantongi 2 poin memenangkan pertandingan dengan skor 3:0 dan mendapat tambahan 3 poin.

Dengan posisi ini, maka yang berhak maju ke babak berikutnya adalah PS Pro Direct dan PS Pemuda Jaya dan Persitara pun tersingkir. Meski ketiganya mengantongi poin sama namun Persitara kalah selisih gol dari Pro Direct yang menang WO dengan skor 3:0.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here