Aksi demo yang rencananya akan digelar hingga sore hari ini menjadi kado istimewa menjelang pelantikan Ketua DPRD Kota Malang I Made Riadiana Kartika bersama tiga wakilnya. Sementara itu, Kelvin Al Firdaus, salah satu mahasiswa dari Universitas Negeri Malang Fakultas Ekonomi menyebut bahwa aksi demo ini telah dipersiapkan sejak dua hari sebelumnya.
“Awalnya terilhami dari teman mahasiswa dari UGM. Jadi tujuan aksi ini untuk mensupport dan turut berjuang menghentikan langkah DPR RI. Kita sokong dari daerah berupa gelombang aksi penolakan di gedung DPRD. Aksi kami ini bentuk support di daerah, di mana teman-teman mahasiswa yang lagi berjuang di Jakarta hingga saat ini belum ada kejelasan. Untuk itu, kami di daerah berupaya menyemangati dengan menggelar demo ini,” tegasnya.
Aksi turun ke lapangan ini, lanjut Kelvin, bentuk kepedulian dan kesadaran mahasiswa akan bahaya Revisi UU KPK yang bisa berdampak luas bagi penindakan kasus korupsi. Bahkan ia mengaku telah mendapat restu dari dosen untuk menggelar aksi. “Kami murni berjuang bersama rakyat, kebetulan kami sebagai mahasiswa,” tambahnya. “Kami bertekad memperjuangan seruan ini bersama seluruh elemen dan mahasiswa se-Indonesia, sampai semuanya menjadi jelas, dan betul-betul dicabut,” pungkas Kelvin.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pejabat Pemkot ataupun anggota DPRD Kota Malang yang menemui para mahasiswa. Sejumlah ASN Pemkot dan anggota DPRD hanya menengok dari Balkon. “Ayo turun,” teriak mahasiswa begitu mengetahui ada yang mengintip. (Gus)
Penulis: Hartono
Editor: Idul HM




























