Tigaraksa, PONTAS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan proyek jalan tol Serpong-Balaraja (SerbaRaja) akan rampung pada 2024. Proyek ini merupakan investasi penuh swasta.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan jalan tol Serbaraja digarap oleh PT Trans Bumi Serbaraja dengan skema full investasi. Artinya pendanaan proyek juga berasal dari swasta.
“Pembangunan tol ini semuanya full investasi prakarsa dari investor dan direncanakan pada 2024 total 38 Km akan dirampungkan dan siap beroperasi,” ujarnya saat ditemui di lokasi proyek jalan tol Serpong-Balaraja, Kec. Cisauk Tangerang, Sabtu (21/9/2019).
Jalan tol Serbaraja terdiri atas tiga seksi yakni, BSD-Legok dengan panjang 11,3 Km, kemudian Legok-Tigaraksa Selatan sepanjang 10,7 kilometer dan seksi ke tiga Tigaraksa Selatan-Balaraja sepanjang 17,8 Km.
Khusus untuk seksi I, ditargetkan akan lebih dahulu beroperasi yakni pada 2021. Saat ini pihak kontraktor tengah melakukan pengerjaan konstruksi seksi IA dengan panjang 5 kilometer.
“Manfaat Paling utama pembangunan tol ini adalah pengembangan wilayah dan agar arus lalu lintas juga lancar dan meningkatkan perekonomian di wilayah Kabupaten Tangerang dan Tangsel semakin meningkat, dan meningkatkan konektifitas,” ungkapnya.
Sementara itu Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengatakan, bahwa tol Serbaraja ini jadi salah satu jaringan tol inisiatif daerah, dan tol serpong-balaraja akan menyambungkan titik TB Simatupang Ke BSD sampai ke Balaraja di tol jakarta-merak.
Kemudian tol Balaraja Bandara Soekarno Hatta, yang telah tertuang di tata ruang Kabupaten Tangerang dan provinsi Banten.
“Tol Ini juga paralel dengan jalur rel kereta ke Maja jadi nanti ada beberapa titik Interchange yang menghubungkan jalan tol Serpong Balaraja ke Maja,” Kata Zaki saat mendampingi Menteri PUPR di lokasi pembangunan tol.
Zaki menambahkan, dengan adanya tol Serbaraja ini sangat membantu sekali penyebaran daerah Urban yang ada di wilayah Tangerang sampai nanti ke wilayah Lebak Maja, dan meningkatkan juga aksesibilitas masyarakat, dan tentu saja daerah yang dilintasi akan bertumbuh dan berkembang secara otomatis.
Penulis: Liston Simarmata
Editor: Hendrik JS




























