Jakarta, PONTAS.ID – Kabut asap mengepung Pulau Sumatera,salah satunya di Provinsi Riau. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat hingga pengusaha menjadi kesal.
Pasalnya, kabut asap menyebabkan berbagai pernyakit pernasan sehingga biaya hidup masyarakat lebih tinggi, menurunkan produktivitas, yang imbasnya juga ke dunia usaha.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, kabut asap ganggu produktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
“Bikin repot kan mengganggu sekali, dia itu menurunkan produktivitas juga kan, sekolah diliburin, aktivitas diliburkan belum lagi masyarakat kena ISPA,” kata Hariyadi di Jakarta, Sabtu (14/9/2019).
Kemudian, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani mengatakan, kabut asap ini berdampak cukup signifikan terhadap dunia usaha. Bahkan, ada beberapa pengusaha yang menghentikan operasionalnya untuk sementara. Paling parah, pengusaha di kawasan kepulan asap tersebut kehilangan 50% pendapatan dari usahanya.
“Ada juga yang sudah menutup sih tapi tidak banyak. Tapi ya mereka jadi menurun pendapatannya, menurun cukup signifikan. 50% pemasukannya,” ungkap Rosan.
Hal tersebut, kata Rosan disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat. Pasalnya, kabut asap tersebut menyebabkan berbagai penyakit pernapasan yang membuat masyarakat lebih menghabiskan uangnya untuk berobat.
“Banyak yang mulai sakit pernapasan dan lain-lain, itu kan menjadi cost, menjadi biaya. Sehingga daya beli masyarakat jadi berkurang,” jelas Rosan.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Hendrik JS




























