Soal Pencabutan Subsidi Listrik 900 VA, ESDM: Belum Diputuskan

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana

Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, angkat suara soal rencana pencabutan subsidi listrik 900 VA golongan rumah tangga mampu (RTM).

Dengan tegas, Rida menuturkan, apa yang tertuang dalam rapat panitia kerja (panja) badan anggaran (banggar) DPR dengan pemerintah baru sebatas kesepakatan.

“Yang kemarin itu baru kesepakatan rapat, belum menjadi keputusan, bukan pengurangan subsidi, tapi membuat subsidi agar subsidi tepat sasaran. Salah satunya yang kurang tepat sasaran 900 VA RTM (rumah tangga mampu),” beber Rida, di DPR, Jakarta, Selasa (10/9/2019) malam lalu.

“Kan (subsidi) jadi Rp 57 triliun yang RTM aja di take out, tapi sekali lagi belum diputuskan, itu baru kesepakatan Banggar. Dari Rp 62 triliun menjadi Rp 57 triliun itu kelihatan mana yang di-take out,” lanjut mantan Dirjen Energi Baru dan Terbarukan itu.

Menurut Rida untuk pencabutan subsidi ini harus ditetapkan dalam Undang-undang, dan saat ini dalam pembahasan menuju undang-undang APBN. Ia pun tak ingin hal ini menjadi bola liar, lantaran para pelanggan 900 VA RTM gundah akibat wacana pencabutan subsidi listrik untuk tahun depan.

“Dalam keputusan subsidi listrik, pemerintah bersama DPR akan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari pertumbuhan ekonomi dunia hingga tren komoditas yang turun,” pungkas Rida.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, memutuskan untuk menurunkan alokasi subsidi energi menjadi Rp124,9 triliun dari sebelumnya Rp137,5 triliun dalam RAPBN 2020. Untuk listrik sendiri, anggarannya diturunkan sebesar Rp7,4 triliun.

Sri Mulyani menyebut bahwa pemerintah memang lebih selektif lagi dalam memberikan subsidi untuk golongan 900 VA.

“Anggaran subsidi turun akibat penurunan asumsi ICP, lifting migas, dan penurunan cost recovery. Kemudian, ada penajaman sasaran pelanggan golongan 900 VA untuk subsidi listrik,” paparnya.

Penulis: Riana

Editor: Luki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here