Taiwan Lirik Investasi di Kilang Balongan

Kilang Balongan milik PT Pertamina RU-VI, Cirebon, Jawa Barat. (Foto: ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Daftar investor yang berminat mengembangkan kilang minyak Balongan di Jawa Barat bertambah banyak. Yang teranyar, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengungkapkan, ada salah satu perusahaan asal Taiwan yang ingin investasi di kilang milik Pertamina itu.

“Saya dengar ada dari Taiwan yang mau kerja sama dengan Pertamina di Balongan. Karena saya disuratin oleh Bu Nicke (Dirut Pertamina),” kata Darmin, Jumat (6/9/2019).

Lebih lanjut, Darmin mengaku, dirinya telah diminta oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla agar kerja sama dengan Taiwan itu nantinya dimasukan dalam proyek strategis nasional.

Namun, kata dia, keinginan itu bertolak belakang karena Presiden Joko Widodo meminta agar kilang Balongan ditutup terlebih dahulu.

“Kita sedang memprosesnya, tapi memang kita tadinya Presiden minta tahun lalu di periode tahun terakhir pemerintahan ini dia (kilang Balongan) ditutup dulu, tapi apakah itu akan dibuka tergantung Presiden. Artinya, itu bukan sesuatu yang sulit kalau presiden bilang buka aja ya bisa,” tutup dia.

Untuk diketahui, kilang minyak Revinery Unit (RU) VI Balongan saat ini jumlah produksinya masih 125 ribu Barel Per Hari (Bph). Setelah dikembangkan, kilang yang mulai beroperasi sejak tahun 1994 ini bakal produksi hingga 300 ribu BPH, atau setara produksi awal Kilang Tuban.

Unit Manager CSR RU VI Balongan, Eko Kristiawan, menjelaskan kilang keenam dari tujuh kilang Direktorat Pengolahan Pertamina dengan kegiatan bisnis utamanya adalah mengolah minyak mentah (Crude Oil) menjadi produk-produk BBM (Bahan Bakar Minyak), Non BBM dan Petrokimia. Bahan baku yang diolah di Kilang RU VI Balongan adalah minyak mentah Duri dan Minas yang berasal dari Propinsi Riau.

Keberadaan RU VI Balongan sangat strategis bagi bisnis Pertamina maupun bagi kepentingan nasional. Sebagai Kilang yang relatif baru dan telah menerapkan teknologi terkini, Pertamina RU VI mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

Dengan produk-produk unggulan seperti Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Solar, Pertamina DEX, Kerosene (Minyak Tanah), LPG, Propylene, Pertamina RU VI mempunyai kontribusi yang besar dalam menghasilkan pendapatan baik bagi PT Pertamina maupun bagi negara.

Penulis: Ririe

Editor: Idul HM

Previous articleKadin Harap Jokowi Konsisten Jalankan Pelonggaran Pajak
Next articleTahun Depan, ESDM Tingkatkan Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here