Jakarta, PONTAS.ID – Senin (26/8/2019) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan bahwa Ibu Kota baru berada di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Terkait hal itu, Independent Power Producer (IPP) yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) mengaku siap membantu PT PLN (Persero) untuk memenuhi kebutuhan listrik Ibu Kota baru nantinya.
“IPP-IPP kami sudah punya pengalaman panjang bermitra dengan PLN. Tidak ada soal. Diminta kita bantulah,” jelas Direktur Eksekutif APLSI, Rizal Calvary Marimbo, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/8/2019).
Lebih lanjut, Rizal mengatakan, saat ini cadangan listrik di Kalimantan sebesar 331,5 MW. Dalam dua tahun ke depan IPP akan memasok ke jaringan PLN sebesar 800 MW dari 2 pembangkit.
Berdasarkan rencana, hingga 2028, total pengembangan pembangkit di wilayah ini mencapai 4.324,8 MW.
“Diperkirakan kebutuhan listrik di ibukota baru ini sekitar 1000- 2000 MW,” tandas dia.
Rizal mengatakan, Kalimantan kaya akan sumber energi. Jadi, tidak perlu dikhawatirkan ketersediaan listrik. Menurut dia sumber energi bisa bersumber dari batu bara dan juga migas.
Kendati demikian, pihaknya juga mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Ibu Kota baru tersebut. Seperti sawit, PLTS (atap dan farm), Bayu, PLTA, dan Biomassa. Karenanya, pihaknya berharap agar peran swasta dalam penyediaan energi listrik di Ibu Kota baru ini nantinya semakin kuat.
“Kalau kita lihat kan Bapak Presiden maunya agar swasta diperkuat agar tidak membebani keuangan negara. Kita siap mendukung program Presiden bersama PLN,” tuntas Rizal.
Penulis: Hartono
Editor: Riana




























