Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah Cina membantah isu mengenai pelemahan mata uang yuan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang dilakukan secara sengaja. Pelemahan itu terjadi karena imbas dari perang dagang.
Direktur Jenderal Departemen Internasional People’s Bank of Cina, Zhu Jun mengatakan pihak Departemen Keuangan AS menuduh Cina sengaja membiarkan yuan turun ke level terendah hingga lebih dari satu dekade.
Zhu mengatakan bahwa pelemahan yuan merupakan dampak dari ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif tambahan 10%.
“Pengakuan sepihak… melanggar dasar, tidak masuk akal dan tidak meyakinkan,” kata Zhu seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/8/2019).
Trump memang mengumumkan akan mematok tarif tambahan sebesar 10% pada impor Cina senilai $ 300 miliar, akan berlaku mulai 1 September 2019 nanti.
Perselisihan perang dagang ini terus berlanjut selama setahun dan menyebar hingga beberapa sektor masalah seperti teknologi. Perang dagang ini juga membebani kepercayaan bisnis.
Sementara sejak pekan lalu yuan telah tertekan hingga 1,6% terhadap dolar AS. Namun Bank Sentral Cina dalam beberapa waktu terakhir berupaya untuk kembali membuatnya stabil.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Hendrik JS




























