Jakarta, PONTAS.ID – Menko Polhukam Wiranto menyatakan bisa saja Indonesia menggunakan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dari Cina. Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan pernyataan Wiranto tersebut.
“Saya rasa itu masih taraf pembicaraan diplomasi saja. Membuka kemungkinan-kemungkinan. Artinya kita banyak kerjasama dengan negara lain juga, AS, Rusia, dan banyak negara lain, tidak tertutup juga Tiongkok. Tapi tentu itu nanti harus dikaji kembali di Kementerian Pertahanan,” kata Meutya, Kamis (15/3/2018).
Meutya menegaskan, pengadaan alutsista dari industri pertahanan dalam negeri tentu menjadi prioritas utama.
“Kerjasama dengan luar negeri hanya untuk alutsista yang spesifikasinya tidak didapat dari inhannas (industri pertahanan nasional),” terang dia.
Politikus Golkar ini juga mendorong BUMN bekerja sama dengan pelaku industri pertahanan swasta dalam negeri.
“Saya rasa teknis itu ya. Intinya kita harapkan sebanyak mungkin produksi dalam negeri, baik BUMN maupun swasta. Terpenting menjaga kualitas alutsista yang baik dengan inovasi sekelas produk internasional,” tandasnya.
Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto bertemu Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (14/3/2018). Pertemuan itu membahas kerja sama di bidang pertahanan antara Indonesia dan Cina.
Wiranto menuturkan, alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi salah satu topik yang dibicarakannya dengan perwakilan Pemerintah Cina di Indonesia itu.
“Soal kemungkinan penggunaan alutsista produksi Tiongkok,” ujar dia usai pertemuan tersebut.



























