Akibat Blackout Listrik, Pesanan Ojol Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Ilustrasi Ojek online kerap memakai badan jalan dan trotoar untuk dijadikan tempat mangkal.

Jakarta, PONTAS.ID – Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia mengatakan pemadaman listrik (blackout) pada Minggu (4/8/2019) kemarin berdampak negatif bagi pendapatan mitra pengemudi ojek online. Akibat pemadaman listrik, Garda memperkirakan jumlah pemesanan mitra turun 50 persen.

Ketua Presidium Garda, Igun Wicaksono mengatakan pengemudi sulit mendapatkan pesanan dari konsumen. Begitu juga sebaliknya, konsumen juga sulit melakukan pemesanan.

“Ini (pemadaman) berdampak pada menurunnya margin pendapatan pengemudi ojek online, yang normalnya secara rata-rata pengemudi ojek online bisa mendapatkan lebih kurang 10 order per 12 jam kerja, saat blackout berkurang 50 persen,” kata Igun di Jakarta, Kemarin.

Igun juga mengatakan pencapaian order dari transportasi berbasis aplikasi online juga ikut anjlok. Artinya pengemudi tak bisa mendapatkan bonus apabila tidak memenuhi target pesanan dalam sehari.

Padahal pemesanan melalui aplikasi mengandalkan sinyal data telekomunikasi. Sementara pemadaman listrik memengaruhi sinyal data telekomunikasi.

Ada beberapa wilayah yang masih kuat sinyal, tapi ada beberapa wilayah juga yang lemah sinyal. Sehingga penumpang dan pengemudi dapat terhubung untuk order layanan transportasi online untuk wilayah kuat sinyal.

Akan tetapi, di wilayah lemah sinyal, penumpang dan pengemudi sulit terhubung karena terganggunya sinyal data.

“Terjadinya blackout PLN ini merugikan bagi para pengemudi ojek online karena sulitnya mendapat sinyal telekomunikasi untuk terhubung dengan penumpang pemesan layanan ojek online. Sehingga menurunkan margin pendapatan,” katanya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Hendrik JS

Previous articlePanglima TNI Terima Kunjungan Kepala Staf Gabungan Portugal
Next articleMenpar: Morotai Adalah 1 dari 10 Destinasi Wisata Terbaik di Indonesia