Angka Kecelakaan Turun, DPR Puji Kinerja Pemerintah

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo mengapresiasi kinerja Pemerintah yang berhasil menekan angka kecelakaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2019. Atas keberhasilan tersebut, ia menyarankan agar pemerintah membuat roadmap to zero accident.

Dikutip dari salah satu media nasional, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, angka kecelakaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2019 mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga 64 persen, jika dibandingkan arus mudik dan arus balik Lebaran 2018.

“Sepintas saya lihat, arus mudik dan arus balik Lebaran 2019 ini bagus dan sukses. Dari beberapa laporan masyarakat dan dari media, accident turun hingga lebih dari 60 persen. Menurut saya itu sebuah prestasi yang kayak diapresiasi,” kata Sigit dalam keterangan pers, Rabu (12/6/2019).

Diketahui, hingga Sabtu (8/6/2019) jumlah kecelakaan pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2019 mengalami penurunan cukup signifikan. Dari 1.410 kecelakaan tahun 2018 menjadi 509 kejadian di tahun 2019. Jumlah korban juga menurun. Tahun 2019, terdapat 132 korban meninggal dunia, sementara sebanyak 331 korban meninggal di tahun 2018.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan sangat menarik bila ke depan pemerintah membuat sebuah roadmap guna terus menekan angka kecelakaan saat arus mudik dan arus balik Lebaran hingga mencapai zero accident.

Di samping itu, meski awalnya ia sempat mengkritisi rekayasa lalu lintas penerapan sistem satu arah (one way), Sigit mengakui sistem one way sangat bagus penerapannya di lapangan. “Kita belum dapat laporan dari masyarakat yang terkena imbas penerapan sistem one way. Masyarakat yang mudik atau balik dari dan menuju ibukota lancar,” aku Sigit.

“Ke depan, kita mungkin perlu rapat lagi untuk mengevaluasi secara keseluruhan. Kita belum bertemu dengan teman-teman dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kakorlantas dan seterusnya. Mudah-mudahan pekan depan kita sudah bisa agendakan pertemuan,” tandas Sigit.

Hal senada juga dikatakan Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai, mudik kali ini lebih lancar ketimbang tahun lalu. Selain itu kecelakaan angka pemudik juga dapat ditekan.

Menurutnya, pertama, kunci mudik 2019 bebas macet adalah penerapan one way. “Kebijakan satu arah atau one way dan arus berlawanan atau contra flow juga ikut mendukung kelancaran. Tidak perlu diselenggarakan 24 jam, cukup situasional sesuai kebutuhan,” kata Djoko.

Selama musim mudik 2019, sistem ini diterapkan di Km 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Km 263 Jalan Tol Pejagan-Pemalang sejak 30 Mei-2 Juni 2019 setiap pukul 06.00-21.00 WIB.

Lebih lanjut, kata Djoko lancarnya mudik 2019 juga dikarenakan hari libur yang panjang. Sehingga tidak terjadi penumpukan dalam waktu yang sama.

“Lebaran tahun ini, saat mudik arus lalu lintas relatif lancar, namun saat balik tersendat. Rentang waktu antara mudik dan balik tidak seimbang. Mudik diselenggarakan enam hari efektif, sedangkan balik hanya tiga hari,” ujar Djoko.

Kelancaran mudik dapat terlihat dari menurunnya angka kecelakaan. Memang selain lebih lancar, pada mudik 2019 ini angka kecelakaan lalu lintas menurun dengan angka yang begitu drastis.

“Cara pandang pemerintah terhadap keberhasilan angkutan lebaran melihat dari turunnya angka kecelakaan. Tahun lalu juga sudah turun dibanding tahun sebelumnya. Namun tahun ini, berdasar data terkini dari Korlantas Polri, ada penurunan 63%,” kata Djoko.

Belum Maksimal

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui penanganan arus balik libur Lebaran 2019 belum maksimal. Hal ini seiring banyaknya keluhan masyarakat tentang kemacetan di jalan tol ketika hendak masuk ke Jabodetabek.

Selama libur Lebaran tahun ini, Menhub mengakui banyak masyarakat yang menggunakan jalan tol, khususnya Trans Jawa. Hal ini juga menjadi alasan mengapa kebijakan one way diberlakukan.

“Bahwa mudik ada kekurangan waktu arus balik ke Jakarta ada kegiatan yang kurang maksimal, itu harus kita akui dan perbaiki. Kalau ada kekurangan kita minta maaf,” tegas Budi Karya di Hotel Moreseey, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Terlepas dari itu, Menhub juga menyatakan dalam penyelenggaraan mudik dan arus balik tahun ini sudah mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Salah satu indikatornya adalah angka kecelakaan yang turun drastis.

Turunnya angka kecelakaan ini tidak terlepas dari pelayanan pemerintah yang dan pihak terkait yang lebih baik dan juga infrastruktur transportasi yang lebih mumpuni.

“Kita tidak bisa pungkiri jalan tol Jakarta- Surabaya telah memberikan kontribusi besar dalam penyelenggaraan mudik Lebaran 2019 ini lebih baik,” tegas Menhub.

Sebelumnya, Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Popik Montanasyah mengatakan terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas pada masa mudik Lebaran kali ini.

Ia menyebut penurunan tersebut cukup signifikan yakni mencapai angka 65 persen.

Pernyataan itu disampaikan dalam update terkini informasi terkait Arus Balik Lebaran 2019 di Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu.

Menurutnya, faktor yang memicu turunnya persentase kecelakaan saat mudik itu adalah banyak diantara para pemudik yang memutuskan untuk tidak menggunakan sepeda motor dalam momen mudik Lebaran 2019.

“Penurunan angka kecelakaan mencapai 65 persen, saya kira ini ada hubungannya juga dengan jumlah pemudik dengan sepeda motor yang mengalami penurunan,” ujar Popik, di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Popik juga menyebutkan faktor lainnya, kesiapan angkutan Lebaran yang disediakan untuk kegiatan mudik gratis, membuat banyak pemudik beralih.

Mereka yang biasanya menggunakan motor untuk mudik ke kampung halaman, kini memilih mengikuti kegiatan mudik gratis yang diadakan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta.

“Di samping itu, banyak juga yang mengikuti kegiatan mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah dan juga pihak swasta,” kata Popik.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here