Yakini Wisman, Sertifikasi Halal Masih Diperlukan Kuliner di Aceh

Jakarta, PONTAS.ID – Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional I Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Lokot Ahmad Enda menyatakan bahwa Provinsi Aceh menyimpan menu warisan leluhur yang beragam, yang bisa ditawarkan kepada wisatawan dalam paket pariwisata halal.

Dia menjelaskan, bahwa dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam, kehalalan kuliner Aceh sudah tidak perlu diragukan lagi. Namun demikian, hal tersebut mungkin hanya dapat dipahami oleh masyarakat Indonesia saja, yang sudah tahu betul karakter masyarakat Aceh.

Lokot mengingatkan, bahwa wisatawan mancanegara (wisman) dari berbagai negara mungkin belum paham dengan karakter tersebut. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa label halal masih sangat dibutuhkan, untuk meyakini para wisman tersebut.

“Soal kuliner, kita yakin sajian masyarakat Aceh pasti halal. Namun demikian, wisatawan mancanegara biasanya lebih percaya pada informasi yang dimuat media (digital), ketimbang mendengarnya langsung dari mulut kemulut. Karenanya, sertifikasi halal sangat penting,” kata Lokot, Jumat (31/5/2019).

Dia pun lantas menjabarkan, beberapa kuliner khas Aceh yang patut dicicipi oleh para wisatawan antara lain yakni mie aceh, sate matang, kuah pliek u, ayam tangkap, hingga minuman sanger.

Lebih lanjut dia juga mengingatkan, bahwa setidaknya ada tiga ‘quick win’ dalam pengembangan pariwisata halal di Aceh. Yaitu penilaian kebersihan, kelayakan fasilitas umum dan fasilitas dasar ibadah; promosi pariwisata halal melalui digital; serta sertifikasi usaha jasa dan SDM pariwisata.

“Pengembangan pariwisata halal tidak sebatas pada destinasi yang memiliki unsur religi, seperti masjid atau peninggalan sejarah Islam semata. Tetapi juga mencakup destinasi wisata alam, budaya, dan kuliner,” ujarnya.

Sementara itu Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengatakan bahwa kuliner juga menjadi salah satu alasan wisatawan mendatangi sebuah destinasi. Oleh karena itu, kuliner tidak bisa dipisahkan dari pariwisata. Justru semakin memperkuat sektor pariwisata yang impactnya bisa dirasakan langsung masyarakat.

“Kita memang tidak memiliki masakan nasional, karena kuliner kita banyak dan enak-enak. Namun begitu, saya berharap kuliner Indonesia yang kaya rempah bisa semakin dikenal wisatawan mancanegara. Termasuk oleh wisatawan halal,” tutur Arief.

Penulis: Risman Septian
Editor: Luki Herdian

Previous articlePemkab Asahan Terima Isu Strategis Pembangunan Berbasis Riset
Next articleProgram Gertam, Pemkab Asahan Bagikan 35 Ribu Bibit Cabai